JAKARTA - Pemerintah kembali menyalurkan tiga bantuan tambahan bagi masyarakat Indonesia yang akan berlanjut hingga akhir Agustus 2025.
Ketiga bantuan tersebut meliputi Program Indonesia Pintar (PIP) untuk biaya pendidikan, bantuan tunai Rp400.000 serta beras 20 kg untuk penerima PKH dan BPNT, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah, balita, dan ibu hamil.
Program Indonesia Pintar (PIP) untuk Biaya Pendidikan
Bantuan pertama yang cair adalah Program Indonesia Pintar (PIP) yang merupakan bantuan berupa uang tunai dari pemerintah untuk membiayai pendidikan anak dari keluarga miskin atau rentan miskin.
Program ini dirancang untuk mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah serta meringankan biaya personal pendidikan.
Berdasarkan informasi dari situs resmi PIP (pip.kemendikdasmen.go.id) dan Peraturan Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Nomor 19 Tahun 2024, besaran bantuan PIP 2025 bervariasi sesuai jenjang pendidikan:
- SD/SDLB/Paket A: Rp450.000 per tahun untuk kelas 1-5, dan Rp225.000 untuk kelas 6 - SMP/SMPLB/Paket B: Rp750.000 per tahun untuk kelas 7-8, dan Rp375.000 untuk kelas 9 - SMA/SMK/SMALB/Paket C: Rp1.800.000 per tahun untuk kelas 10-11, dan Rp900.000 untuk kelas 12
Proses pencairan bantuan ini dikirim langsung ke rekening masing-masing penerima manfaat.
Untuk tingkat SD dan SMP, pencairan dilakukan melalui Bank BRI, sedangkan untuk tingkat SMA dicairkan melalui Bank BNI.
"Peserta didik dapat mengecek status penerima PIP melalui laman resmi SIPINTAR dengan memasukkan NISN, NIK, dan nama lengkap siswa," demikian informasi yang dihimpun dari CNN Indonesia.
Bantuan Tunai Rp400.000 dan Beras 20 Kg untuk Penerima PKH dan BPNT
Bantuan tambahan kedua berupa uang tunai Rp400.000 serta beras 20 kg yang diberikan kepada penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Bantuan ini disalurkan sebagai bagian dari program penebalan BPNT pada periode Juli 2025.
Menurut informasi dari Radar Bogor, bantuan ini diberikan sekaligus untuk dua bulan (Juni dan Juli) dan pencairannya berlangsung hingga akhir Juli 2025.
Mekanisme penyaluran dilakukan melalui PT Pos Indonesia dan juga ada yang dikirim langsung ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) penerima.
"Untuk mengambil bantuan ini, penerima manfaat harus menerima surat undangan dari PT Pos terlebih dahulu dan membawa KTP, KK, serta surat undangan saat melakukan pengambilan," demikian penjelasan dalam siaran pers.
Kepesertaan untuk bantuan ini didasarkan pada desil kesejahteraan, di mana keluarga yang masuk desil 1 sampai 4 berhak menerima PKH, sedangkan desil 5 hanya mendapatkan BPNT atau e-BPJS PBIJK.
Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak Sekolah, Balita, dan Ibu Hamil
Bantuan tambahan ketiga adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berlangsung sejak awal tahun 2025 dan akan terus berlanjut hingga Agustus 2025.
Program ini menyasar anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dengan menyediakan makanan bergizi setiap hari.
Berdasarkan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada 15 Agustus 2025, program MBG telah menjangkau 20 juta penerima manfaat dan menargetkan akan mencapai 82,9 juta orang hingga akhir tahun 2025.
"Makan Bergizi Gratis bukan semata program sosial, melainkan fondasi untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
PBB mengatakan, MBG adalah investasi terbaik sebuah bangsa," tegas Presiden Prabowo.
Saat ini, sudah beroperasi 5.800 dapur penyedia Makan Bergizi Gratis di 38 provinsi.
Program ini juga telah menciptakan 290 ribu lapangan kerja baru di dapur-dapur serta melibatkan sekitar 1 juta petani dan nelayan.
Untuk anak sekolah, makanan bergizi dibagikan langsung di sekolah masing-masing.
Sedangkan untuk balita dan ibu hamil, dapat diambil di kantor desa atau lokasi yang telah diinformasikan oleh perangkat desa setempat.
***