Berita

Update Bansos PKH Tahap 3: Cut Off Tahap 2 Selesai, Penyaluran Juli-September Segera Diproses

Diperbarui 0 5 mnt baca 810 kata 2 halaman
Update Bansos PKH Tahap 3: Cut Off Tahap 2 Selesai, Penyaluran Juli-September Segera Diproses

JAKARTA - Kementerian Sosial Republik Indonesia telah menyelesaikan batas akhir pelaporan (cut off) untuk penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua pada Senin, 18 Agustus 2025.

Setelah cut off ini, pemerintah segera memproses penyaluran bansos tahap ketiga untuk periode Juli, Agustus, dan September 2025.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap informasi hoaks yang menyebut pencairan tahap ketiga sudah dimulai.

Cut Off Tahap 2 Selesai, Tahap 3 Segera Diproses

Berdasarkan informasi dari Kementerian Sosial, cut off atau batas akhir pelaporan tahap kedua merupakan langkah penting dalam mekanisme penyaluran bansos.

Pada tahap ini, seluruh data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diverifikasi, mulai dari KPM yang sudah mencairkan bantuannya hingga mereka yang berstatus exclude atau tidak dapat mencairkan.

"Hal ini dilakukan setelah cut off KPM bansos PKH BPNT tahap kedua yang ditetapkan pada hari ini, Senin, 18 Agustus 2025.

Cut off atau batas akhir pelaporan ini menjadi langkah penting dalam mekanisme penyaluran bansos," demikian dilaporkan Radar Bogor (18/8/2025).

Data yang masuk kemudian digunakan untuk menentukan daftar final penerima bansos tahap berikutnya.

Setelah cut off ini, pencairan tahap ketiga untuk periode Juli, Agustus, dan September 2025 akan segera diproses.

Masyarakat Diimbau Waspada Informasi Hoaks

Meski cut off tahap kedua telah selesai, hasil pengecekan terbaru melalui Sistem Informasi Sosial Next Generation (SIKS-NG) menunjukkan bahwa data pencairan tahap ketiga belum muncul.

Hal ini sekaligus meluruskan isu yang beredar di masyarakat terkait pencairan tahap ketiga yang disebut sudah berlangsung.

"Faktanya, informasi itu tidak benar dan masuk kategori hoaks," tulis Radar Bogor dalam laporannya.

Menteri Sosial, Gus Ipul, menegaskan bahwa pencairan bansos PKH dan BPNT segera dilakukan setelah Badan Pusat Statistik menyelesaikan pemutakhiran data penerima agar bantuan lebih tepat sasaran.

Distribusi KKS Terus Dipercepat

Selain mempersiapkan data penerima, pemerintah juga tengah mempercepat distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan buku tabungan bagi KPM peralihan dari mekanisme pos ke sistem perbankan.

Kementerian Sosial kembali memasuki fase penting pada Agustus 2025.

Setelah melalui serangkaian proses peralihan data dan penyesuaian sistem, distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru kini mulai dilaksanakan.

Kartu yang didistribusikan menjadi pintu masuk dalam mengakses Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) maupun Program Keluarga Harapan (PKH) pada periode berikutnya.

"KKS baru diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berhasil melewati tahap peralihan dari penyaluran via PT Pos Indonesia menuju penyaluran melalui bank Himbara, proses ini disebut dengan burekol," tulis Radar Bogor (19/8/2025).

Sejumlah daerah sudah mulai mendapatkan distribusi KKS baru sejak pertengahan Agustus 2025.

Beberapa lokasi yang tercatat antara lain Lampung Timur, Banjar Sari Ciamis, Sukoharjo, dan Sentul Bogor, serta akan menyusul wilayah-wilayah lain dalam waktu dekat.

Pendistribusian kartu dilakukan bertahap sampai dengan akhir Agustus 2025 serta diperkirakan berlanjut sampai awal September 2025.

Target Distribusi KKS Nasional

Hingga pertengahan Agustus, tercatat 1,6 juta keluarga telah membuka rekening dan menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Pemerintah menargetkan tambahan dua juta rekening baru pada September 2025.

Kemensos mempercepat transisi penyaluran dari kantor pos ke bank-bank Himbara.

Tiga bank yang ditunjuk, yakni Mandiri, BRI, dan BSI, akan menyalurkan bantuan sesuai pembagian wilayah yang ditetapkan pemerintah.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap penyaluran PKH dan BPNT bisa berlangsung lebih efisien, terjamin keamanannya, serta tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh keluarga penerima.

Jadwal Pencairan Tahap 3

Program bantuan sosial PKH dan BPNT biasanya dicairkan dalam waktu yang relatif bersamaan.

PKH diberikan secara bertahap sebanyak empat kali dalam setahun.

Setiap tahap mencakup penyaluran selama tiga bulan.

Pada tahun 2025, pencairan tahap pertama dilakukan bulan Januari hingga Maret, lalu tahap kedua berlangsung April sampai Juni.

Sementara untuk tahap ketiga berlangsung pada periode Juli sampai September, dan terakhir tahap keempat jatuh di Oktober sampai Desember.

"Tidak berbeda jauh, BPNT atau Program Sembako juga disalurkan empat kali dalam setahun dengan skema per tahap.

Rinciannya sama, yaitu tahap 1 pada Januari-Maret, tahap 2 pada April-Juni, tahap 3 pada Juli-September, dan tahap 4 pada Oktober-Desember," tulis Detik Jateng (19/8/2025).

Penyaluran bantuan sosial tahap ketiga untuk periode Juli hingga September dijadwalkan mulai disalurkan pada akhir Agustus ini.

Umumnya, pencairan bantuan membutuhkan waktu sekitar satu setengah hingga dua bulan setelah data resmi ditetapkan.

"Dengan perhitungan tersebut, tahap ketiga diperkirakan baru dapat diakses penerima manfaat pada akhir September hingga awal Oktober 2025," tulis Radar Bogor (19/8/2025).

Kemungkinan Penggabungan Penyaluran Tahap 2 dan 3

Bagi KPM peralihan via pos ke kartu KKS yang belum menerima pencairan tahap kedua, ada kemungkinan proses penyaluran tahap kedua dan tahap ketiga akan digabungkan.

"Ada kemungkinan untuk proses penyaluran tahap kedua dan tahap ketiga bagi KPM peralihan via pos ke kartu KKS baik yang sudah menerima kartu KKS maupun yang belum menerima kartu KKS akan digabungkan penyalurannya di tahap ketiga," demikian disampaikan dalam video channel CPSOS.

Hal ini pernah terjadi pada 2024, terutama untuk proses penyaluran tahap ketiga dan di tahap keempat yaitu selama 6 bulan di proses pencairannya itu di November dan di bulan Desember 2024.

***

Berita Terkait