UPDATE 10 Oktober 2025: Pencairan PKH BPNT Tahap 4 Dimulai, 3 Bansos Sudah Cair, SIKS-NG Tampilkan Status Baru untuk KPM Peralihan KKS
Pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 4 tahun 2025 resmi dimulai per 10 Oktober 2025.
Sementara itu, tiga jenis bansos telah lebih dulu cair pada 9 Oktober 2025, yakni Bantuan Atensi YAPI, BPNT Susulan, dan PIP Anak SD.
Sistem Informasi Keluarga Sejahtera-Next Generation (SIKS-NG) juga menampilkan pembaruan status bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang melakukan peralihan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru dari kantor pos ke bank Himbara.
Pencairan PKH BPNT Tahap 4 Resmi Dimulai
Berdasarkan pembaruan di SIKS-NG, status penyaluran PKH dan BPNT untuk alokasi Oktober, November, dan Desember 2025 telah diperbarui.
Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan pencairan bansos tahap keempat ini segera dilakukan setelah tahap 2 dan 3 selesai pada pertengahan Oktober 2025.
“Proses pemutakhiran data menjadi acuan utama untuk menentukan KPM mana yang sudah layak dicairkan bantuannya,” tulis laporan Radar Bogor, Jumat (10/10/2025).
Bansos yang masuk dalam tahap 4 kali ini meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau yang kini dikenal sebagai bansos sembako.
Setiap KPM berpotensi menerima Rp600 ribu untuk bantuan sembako di periode tersebut.
Tiga Bansos Sudah Cair per 9 Oktober 2025
Sebelum pencairan tahap 4 resmi dimulai, tiga jenis bansos telah lebih dulu cair dan dapat dicek langsung oleh KPM melalui rekening masing-masing:
1. Bantuan Atensi YAPI
Sudah mulai disalurkan sejak tanggal 7 hingga 9 Oktober 2025 dengan nilai Rp600.000 untuk alokasi Juli, Agustus, dan September.
Sejumlah KPM melaporkan bahwa saldo telah masuk ke rekening mereka.
2. Bantuan BPNT Susulan
Juga cair di hari yang sama dengan nominal Rp600.000, khusus bagi KPM yang sebelumnya belum menerima BPNT tahap sebelumnya.
Pencairan ini berlangsung di bank Himbara seperti BNI dan BRI.
3. Bantuan PIP Anak SD
Turut cair bagi penerima yang melakukan aktivasi rekening pada Juli 2025.
Setiap penerima menerima bantuan senilai Rp450.000 untuk kebutuhan pendidikan.


