Berita

Siap-Siap! 5 Bansos Ini Cair Sebelum 30 September, Dari PIP Hingga Bantuan Beras

Diperbarui 0 4 mnt baca 756 kata 3 halaman
Siap-Siap! 5 Bansos Ini Cair Sebelum 30 September, Dari PIP Hingga Bantuan Beras

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Sosial dan kementerian terkait menggenjot penyaluran lima program bantuan sosial (bansos) hingga 30 September 2025.

Langkah ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan akibat dampak geopolitik global dan fluktuasi harga bahan pokok.

Kelima bansos yang masuk tahap pencairan akhir September ini adalah Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Bantuan Pangan Beras, Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Berikut rincian lengkapnya:

1. Program Indonesia Pintar (PIP) untuk SD, SMP, SMA/SMK

PIP termin kedua semester ganjil 2025 kembali disalurkan mulai 25 September hingga 30 September.

Program di bawah Kemendikbudristek ini menjangkau siswa dari keluarga kurang mampu yang data sekolahnya telah terverifikasi melalui sistem Dapodik.

Berdasarkan informasi dari CNN Indonesia, pencairan PIP September 2025 dibagi menjadi dua gelombang:

- Gelombang 1: dimulai sekitar 16 September 2025 - Gelombang 2: dilanjutkan sekitar 23 September 2025

"Pencairan PIP tengah memasuki termin II yang berlangsung sejak Mei hingga September untuk menjangkau penerima manfaat yang belum menerima bantuan di termin sebelumnya," demikian dilaporkan CNN Indonesia (24/9/2025).

Nominal bantuan disesuaikan jenjang pendidikan:

- SD/MI: Rp450.000 - SMP/MTs: Rp750.000 - SMA/SMK: Rp1.800.000

Pencairan dilakukan melalui rekening siswa dan dapat dicek statusnya di pip.kemendikdasmen.go.id atau aplikasi Sipintar.

Program ini telah terbukti menurunkan angka putus sekolah hingga 12% sejak tahun 2020.

2. Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah

KIP Kuliah semester ganjil tahun ajaran 2025-2026 gelombang kedua juga cair susulan mulai 25 September hingga 30 September.

Program ini menyasar 800.000 mahasiswa kurang mampu yang lolos SNBP/SNBT.

Berdasarkan informasi dari LLDikti Wilayah VII, perguruan tinggi penerima KIP Kuliah diminta segera melakukan proses penetapan dengan mengusulkan nama mahasiswa penerima pada laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/sim paling lambat 4 Oktober 2025.

Program ini mencakup pembebasan UKT dan biaya hidup bulanan dengan nominal bervariasi:

- Biaya hidup: Rp800.000 hingga Rp1.400.000 per bulan tergantung kluster

Pencairan via transfer ke rekening mahasiswa dan dapat dicek di kipkuliah.kemdikbud.go.id.

Sejak 2014, KIP Kuliah telah menghasilkan 1,2 juta lulusan untuk memperkuat SDM unggul di era digital.

3. Bantuan Pangan Beras

Bantuan pangan beras untuk gelombang susulan alokasi Juni-Juli cair mulai 25 September hingga 30 September 2025.

Program ini menyasar 18,27 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan dikelola oleh Perum Bulog.

Berdasarkan informasi dari Antara News (21/9/2025), pemerintah melanjutkan penyaluran bantuan pangan beras untuk lebih dari 18 juta KPM.

Program ini mendistribusikan 10 kg beras premium per bulan dengan total 20 kg per tahap.

Penyaluran susulan dijadwalkan:

- 25-26 September: Jawa Tengah dan Jawa Timur - 27-28 September: Sumatera - 29-30 September: Papua

4. Program Keluarga Harapan (PKH)

PKH memasuki tahap ketiga termin susulan pada akhir September 2025, menyasar sekitar 7,4 juta KPM.

Program bersifat kondisional ini mengharuskan penerima memenuhi komitmen seperti pemeriksaan kesehatan, imunisasi anak, dan kehadiran sekolah minimal 85%.

Berdasarkan informasi dari Detik.com, PKH tahap ketiga 2025 cair dengan nominal sebagai berikut:

- Ibu hamil dan anak usia dini: Rp750.000 (Rp3 juta per tahun) - Anak SD: Rp225.000 (Rp900.000 per tahun) - Anak SMP: Rp375.000 (Rp1,5 juta per tahun) - Anak SMA: Rp500.000 (Rp2 juta per tahun) - Lansia dan penyandang disabilitas: Rp600.000 (Rp2,4 juta per tahun)

Penyaluran dilakukan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau rekening Bank Himbara.

Status penerima dapat dicek di cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos.

5. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

BPNT tahap ketiga juga memasuki pencairan susulan mulai 25 September hingga 30 September 2025, menargetkan 18,8 juta KPM.

Bantuan ini diberikan dalam bentuk non-tunai sejak 2023, memungkinkan pembelian bahan pokok seperti beras, minyak, dan telur.

Berdasarkan informasi dari Detik.com, setiap KPM mendapat bantuan Rp200.000 per bulan, sehingga dalam satu tahap (3 bulan) total yang cair adalah Rp600.000.

"Sejak 2023, dana BPNT tidak lagi ditukar dengan sembako di e-warong. Kini, bantuan langsung ditransfer ke rekening penerima melalui bank Himbara," demikian dilaporkan Detik.com.

Status penerima dapat dicek melalui situs cekbansos.kemensos.go.id atau SMS ke 0811700100.

Penyaluran Melalui Mekanisme Terintegrasi

Kemensos memastikan penyaluran kelima bansos ini dilakukan melalui Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, dan BTN) dengan verifikasi ketat melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) yang mulai diterapkan sejak triwulan kedua 2025.

Hingga pertengahan September, penyaluran bansos triwulan ketiga periode Juli-September telah mencapai lebih dari 74%.

Program-program ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga mendorong pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, pendidikan, dan kesehatan bagi jutaan keluarga di Indonesia.

***

Berita Terkait