2. Desain Arsitektur dan UI/UX
Aktivitas:
-
Buat sitemap (struktur halaman: Beranda, Profil, Layanan, Arsip, Galeri, Kontak).
-
Desain user interface yang sederhana (menggunakan warna-warna desa, batik khas, atau foto alam).
-
Pastikan responsive (muat di HP, tablet, dan komputer).
Tips: Gunakan wireframe gratis seperti Figma atau Canva.
3. Implementasi dan Coding
Pilihan Platform:
-
A. CMS (Content Management System) - Recommended:
-
WordPress: Paling mudah, banyak plugin desa (OpenDesa, SID). Cocok untuk desa dengan SDM terbatas.
-
Joomla/Drupal: Lebih kompleks, untuk desa besar dengan data tinggi.
-
-
B. Framework Kustom:
-
Laravel (PHP) atau Django (Python). Butuh developer khusus.
-
Direkomendasikan untuk Desa dengan koneksi internet buruk? tidak. Lebih baik gunakan layanan SaaS (Software as a Service) seperti SID berbasis cloud.
-
Modul Wajib Website Desa:
-
Profil Desa (Sejarah, Visi Misi, Peta Wilayah)
-
Struktur Organisasi Pemerintah Desa
-
Data Demografi (Grafik jumlah penduduk, agama, pekerjaan)
-
Layanan Surat Online (Login warga -> Pilih surat -> Upload dokumen -> Cetak)
-
Pengaduan Masyarakat (Tiket aspirasi dengan status follow up)
-
Kalender Kegiatan & Pengumuman
-
E-Voting (untuk pemilihan RT atau musyawarah dana desa).
4. Pengujian (Testing)
Uji aspek berikut:
-
Fungsionalitas: Apakah semua tombol jalan? Apakah form pengajuan surat berhasil masuk ke database?
-
Keamanan: Tes SQL Injection, XSS. Pastikan login admin tidak mudah diretas.
-
Beban: Simulasikan 200 warga mengakses bersamaan (jika hosting murah, minimal bisa 50 akses).
-
Kompatibilitas: Cek di Chrome, Firefox, Safari, dan berbagai ukuran HP.