Penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap selama tiga bulan ke depan, langsung ke titik distribusi di tingkat kelurahan atau desa setempat.
Perum Bulog telah menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan penugasan tambahan pemerintah dalam program bantuan pangan ini.
8 STIMULUS EKONOMI SEMESTER II 2026
Selain penebalan bansos pangan, pemerintah juga meluncurkan delapan program stimulus ekonomi yang terbagi dalam tiga kluster utama: insentif transportasi, program magang dan vokasi, serta bantuan pangan.
Berikut rincian lengkap kedelapan program tersebut:
Kluster 1: Bantuan Pangan dan Stabilisasi Harga
1. Bantuan Pangan Beras 10 Kg
Anggaran: Rp17,54 Triliun
Program dengan porsi anggaran terbesar ini menjangkau 33,24 juta penerima manfaat selama tiga bulan (Juli-September 2026).
2. Subsidi SPHP Kedelai
Pemerintah memberikan bantuan Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan (SPHP) kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram untuk kuota 250 ribu ton pada tahap pertama.
Bantuan ini ditujukan untuk membantu perajin tahu dan tempe yang terkena imbas naiknya harga bahan baku kedelai.
Kluster 2: Insentif Transportasi (Total Anggaran Rp2,04 Triliun)
3. Subsidi PPN DTP 100% Tiket Pesawat Domestik
Anggaran: Rp472,7 Miliar
Pemerintah menanggung penuh 100% Pajak Pertambahan Nilai (PPN DTP) untuk tiket pesawat domestik terjadwal kelas ekonomi.
Subsidi ini berlaku dalam dua gelombang: masa liburan sekolah (20 Juni–5 Juli 2026) dan libur Natal & Tahun Baru (17 Desember 2026–10 Januari 2027).
4. Diskon 30% Tiket Kereta Api Kelas Ekonomi
Potongan harga langsung sebesar 30% untuk tiket kereta api kelas ekonomi komersial, berlaku pada periode libur sekolah (20 Juni–5 Juli 2026) dan periode Nataru (22 Desember 2026–4 Januari 2027).
5. Diskon dan Insentif Transportasi Laut
Potongan tarif 30% tarif dasar untuk kapal Pelni (periode 20 Juni–15 Agustus 2026 serta 17 Desember 2026–10 Januari 2027), serta gratis tarif jasa kepelabuhan ASDP pada periode-periode tertentu.
Kluster 3: Program Magang, Vokasi, dan Insentif Dunia Usaha (Total Anggaran Rp6,26 Triliun)
6. Program Magang
Anggaran: Rp4,14 Triliun
Program magang dilanjutkan mulai Juli 2026 dengan target 150 ribu peserta.