Bungko News – Memasuki Agustus 2026, proses penyaluran bantuan sosial (bansos) menjadi perhatian utama bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Berbagai program bansos reguler mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Indonesia Pintar (PIP), hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa menjadi sorotan.
Lantas, bagaimana status terkini pencairan bansos per awal Agustus 2026? Berikut ulasan lengkapnya.
PKH dan BPNT Tahap 3: Belum Cair Merata, Status Administrasi Masih Berproses
Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 3 untuk periode Juli–September 2026 menjadi perhatian utama.
Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan penyaluran bansos triwulan III dimulai sejak 20 Juli 2026.
Namun hingga awal Agustus 2026, proses pencairan belum berlangsung secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
Status Terkini di Sistem SIKS-NG
Berdasarkan pemantauan sistem SIKS-NG per 2 Agustus 2026, perkembangan status administrasi bansos tahap 3 menunjukkan sebagai berikut:
-
BPNT Triwulan 3: Telah resmi ter-update ke status SPM (Surat Perintah Membayar) untuk alokasi Rp600.000. Bahkan beberapa laporan menyebutkan BPNT telah menunjukkan status SI (Standing Instruction) di dua bank penyalur, yang berarti Kemensos telah menerbitkan instruksi pemindahbukuan ke bank penyalur.
-
PKH Triwulan 3: Menunjukkan kemajuan pesat dan resmi menyusul naik ke status SPM. Namun untuk PKH, status SI belum tercapai di semua bank penyalur per 30 Juli 2026. Bank BRI dan BNI sudah berstatus SI, sementara Bank Mandiri dan BSI masih belum.
Status SPM menandakan bahwa proses administrasi telah memasuki tahap penerbitan surat perintah membayar.
Setelah SPM tuntas, sistem akan menerbitkan SP2D dan dilanjutkan ke status SI (Standing Instruction) sebelum saldo resmi ditransfer secara masif oleh bank penyalur.
Sebagian KPM Mulai Terima Dana, Namun Masih Didominasi Bansos Susulan
Meski secara umum PKH dan BPNT tahap 3 belum cair secara merata, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah melaporkan adanya saldo masuk ke rekening mereka.
Pencairan dilaporkan mulai terjadi sejak malam 31 Juli hingga 1 Agustus 2026 melalui bank-bank Himbara seperti Bank BRI dan Bank BNI.