Internasional

Hubungan Memburuk: AS-Israel di Jurang Terdalam, Netanyahu Gigit Jari Saat Trump Pilih Berdamai dengan Iran

Diperbarui 0 4 mnt baca 616 kata 3 halaman
Hubungan Memburuk: AS-Israel di Jurang Terdalam, Netanyahu Gigit Jari Saat Trump Pilih Berdamai dengan Iran
Hubungan Memburuk: AS-Israel di Jurang Terdalam, Netanyahu Gigit Jari Saat Trump Pilih Berdamai dengan Iran — Respons Iran...

Amerika Serikat dilaporkan mulai menarik sebagian armada pesawat pengisian bahan bakar udaranya dari Israel, menyusul tercapainya kesepahaman antara Washington dan Teheran yang membuka jalan bagi penghentian konflik di kawasan Timur Tengah.

Langkah penarikan ini menjadi sinyal kuat bahwa AS mulai mengurangi dukungan militernya terhadap Israel setelah berbulan-bulan ditempatkan di Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv.

Penarikan 20 Persen Armada Tanker

Media Israel, Channel 12, pada Selasa (16/6/2026) mengungkapkan bahwa sekitar 20 persen dari total 72 pesawat tanker milik AS akan dipindahkan dari Bandara Ben Gurion dalam waktu dekat.

Sebagian pesawat tanker tersebut telah terlihat terbang meninggalkan Bandara Ben Gurion pada 15 Juni 2026, setelah Iran dan AS secara resmi mengonfirmasi nota kesepahaman untuk mengakhiri perang.

Keputusan ini disebut sebagai bagian dari penyesuaian postur militer AS di Timur Tengah setelah meningkatnya peluang penghentian konflik dengan Iran.

Sebelumnya, AS telah memberi tahu Israel bahwa jika kesepakatan dengan Iran tercapai, Washington akan "segera" menarik pesawat-pesawat militernya yang ditempatkan di pangkalan dekat Tel Aviv.

Dampak pada Operasional Bandara Ben Gurion

Kehadiran puluhan pesawat tanker militer AS selama beberapa bulan terakhir telah menyebabkan kepadatan parah di area parkir Bandara Ben Gurion, yang merupakan gerbang penerbangan internasional utama Israel.

Bahkan, bandara tersebut diperkirakan kehilangan hingga 18 juta penumpang dan mengalami kerugian sekitar 700 juta shekel atau setara Rp4,4 triliun dalam dua bulan terakhir akibat dominasi aktivitas pesawat militer AS.

Menteri Transportasi Israel, Miri Regev, sebelumnya menyebut bahwa pesawat tanker AS menempati hampir separuh area parkir bandara.

Penarikan sebagian armada ini diharapkan dapat sedikit meredakan krisis parkir yang melumpuhkan penerbangan sipil.

Namun, Otoritas Bandara Israel memperingatkan bahwa masih diperlukan penarikan lebih banyak pesawat untuk menghindari pembatalan ratusan ribu tiket penerbangan pada musim panas dan hari raya Yahudi mendatang.

Hubungan AS-Israel di Titik Nadir

Penarikan pesawat tanker ini terjadi di tengah memburuknya hubungan antara AS dan Israel yang kini berada di titik nadir.

Presiden AS Donald Trump disebut sangat mendesak kesepakatan dengan Iran karena perang yang tidak populer di dalam negeri dan telah mendorong kenaikan harga bahan bakar.

Wakil Presiden AS JD Vance secara blak-blakan mengkritik apa yang disebutnya sebagai "kepanikan aneh" Israel atas kesepakatan AS-Iran, dan menyatakan bahwa Tel Aviv harus menghormati proses perdamaian yang pada akhirnya "baik bagi mereka".

Vance bahkan menegaskan bahwa Israel "tidak bisa hanya membunuh jalan keluar dari penyelesaian masalah".

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terus menekankan pentingnya mempertahankan aliansi dengan AS meskipun ketegangan memburuk pasca-kesepakatan dengan Iran.

Respons Iran dan Situasi Lebanon

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa perdamaian dengan Iran tidak dapat dipisahkan dari situasi konflik di Lebanon.

Menurutnya, penghentian konflik secara menyeluruh hanya dapat tercapai apabila Israel menarik pasukannya dari wilayah Lebanon.

Araghchi juga memperingatkan bahwa setiap operasi militer baru Israel terhadap Lebanon setelah kesepakatan Iran-AS berlaku akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepahaman yang telah dicapai.

Di sisi lain, Komandan Angkatan Darat Iran, Jenderal Amir Hatati, menyatakan negaranya tetap bersiap menghadapi berbagai kemungkinan dan akan terus memperkuat kemampuan pertahanan serta daya tangkal militernya.

Prospek ke Depan

Kesepakatan antara AS dan Iran diperkirakan akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada 19 Juli 2026.

Meskipun sebagian pesawat tanker ditarik, sebagian besar infrastruktur dan armada pengisian bahan bakar AS masih akan tetap berada di Israel untuk saat ini.

Namun, eskalasi tetap mungkin terjadi.

Israel dilaporkan masih melancarkan serangan baru di Lebanon selatan meskipun mendapat kritik dari Trump, sementara Hizbullah dan Israel terus saling serang sejak kesepakatan AS-Iran diumumkan.

Situasi di Timur Tengah masih berada dalam kondisi sensitif dengan berbagai isu keamanan yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Penarikan pesawat tanker AS dari Tel Aviv menjadi pertanda jelas bahwa AS mulai menjauh dari Israel—setidaknya untuk saat ini—demi mengamankan kepentingan diplomatik dan ekonominya sendiri.