Menteri Transportasi Israel, Miri Regev, sebelumnya menyebut bahwa pesawat tanker AS menempati hampir separuh area parkir bandara.
Penarikan sebagian armada ini diharapkan dapat sedikit meredakan krisis parkir yang melumpuhkan penerbangan sipil.
Namun, Otoritas Bandara Israel memperingatkan bahwa masih diperlukan penarikan lebih banyak pesawat untuk menghindari pembatalan ratusan ribu tiket penerbangan pada musim panas dan hari raya Yahudi mendatang.
Hubungan AS-Israel di Titik Nadir
Penarikan pesawat tanker ini terjadi di tengah memburuknya hubungan antara AS dan Israel yang kini berada di titik nadir.
Presiden AS Donald Trump disebut sangat mendesak kesepakatan dengan Iran karena perang yang tidak populer di dalam negeri dan telah mendorong kenaikan harga bahan bakar.
Wakil Presiden AS JD Vance secara blak-blakan mengkritik apa yang disebutnya sebagai "kepanikan aneh" Israel atas kesepakatan AS-Iran, dan menyatakan bahwa Tel Aviv harus menghormati proses perdamaian yang pada akhirnya "baik bagi mereka".
Vance bahkan menegaskan bahwa Israel "tidak bisa hanya membunuh jalan keluar dari penyelesaian masalah".
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terus menekankan pentingnya mempertahankan aliansi dengan AS meskipun ketegangan memburuk pasca-kesepakatan dengan Iran.
Respons Iran dan Situasi Lebanon
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa perdamaian dengan Iran tidak dapat dipisahkan dari situasi konflik di Lebanon.
Menurutnya, penghentian konflik secara menyeluruh hanya dapat tercapai apabila Israel menarik pasukannya dari wilayah Lebanon.