Olahraga

Bukan Spanyol, Cape Verde yang Tersenyum: Imbang 0-0 di Atlanta, Rekor Baru Tercipta

Diperbarui 0 3 mnt baca 567 kata 3 halaman
Bukan Spanyol, Cape Verde yang Tersenyum: Imbang 0-0 di Atlanta, Rekor Baru Tercipta
Bukan Spanyol, Cape Verde yang Tersenyum: Imbang 0-0 di Atlanta, Rekor Baru Tercipta — Dibalik rapor bersih Cape Verde, so...

ATLANTA, 16 Juni 2026 — Kejutan besar terjadi pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026.

Raksasa Eropa sekaligus juara bertahan Eropa, Spanyol, harus puas berbagi angka dengan tim debutan Cape Verde setelah bermain imbang tanpa gol (0-0) di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Senin (15/6) waktu setempat atau Selasa dini hari WIB.

Hasil ini menjadi kejutan pertama di turnamen edisi kali ini.

Cape Verde, yang tampil untuk pertama kalinya dalam sejarah di pentas Piala Dunia, sukses menahan gempuran tim Matador yang dipenuhi bintang-bintang dunia.

Dominasi Tanpa Hasil

Sejak awal pertandingan, Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan.

Tim asuhan Luis de la Fuente tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 62 persen hingga 75 persen sepanjang laga. La Furia Roja melepaskan total 27 tembakan ke gawang Cape Verde, namun hanya 7 yang mengarah tepat sasaran.

Ancaman terbaik Spanyol datang pada menit ke-40 saat Ferran Torres melepaskan tembakan keras dari jarak dekat yang sayangnya membentur mistar gawang. Selang beberapa saat, sundulan Mikel Oyarzabal dari bola muntah juga berhasil diamankan oleh kiper lawan.

Di babak kedua, pelatih de la Fuente memasukkan mega-bintang Lamine Yamal pada menit ke-71 dengan harapan dapat memecah kebuntuan. Namun kehadiran wonderkid Barcelona itu pun belum mampu membongkar pertahanan rapat Cape Verde.

Anehnya, salah satu ujung tombak Spanyol, Mikel Oyarzabal, mencatatkan rekor kurang mengenakkan.

Ia menjadi pemain pertama sejak 1966 yang tercatat tidak menyentuh bola sama sekali selama 30 menit pertama pertandingan Piala Dunia.

Kiper Gaek Jadi Pahlawan

Dibalik rapor bersih Cape Verde, sosok kiper Vozinha layak mendapat sorotan utama.

Kiper berusia 40 tahun yang bermain untuk klub divisi dua Portugal, GD Chaves, tampil luar biasa di bawah mistar gawang.

Vozinha tercatat melakukan 7 penyelamatan gemilang sepanjang pertandingan. Beberapa kali ia menggagalkan peluang emas yang dihasilkan oleh Ferran Torres, Pedri, hingga Aymeric Laporte.

Penampilan apiknya tersebut mengantarkan Vozinha meraih gelar Man of the Match.

Kiper kelahiran Mindelo ini juga memecahkan rekor sebagai kiper tertua yang mencatatkan clean sheet pada debut Piala Dunia. Setelah pertandingan usai, Vozinha tak kuasa menahan tangis haru, menyadari bahwa dirinya telah mengukir sejarah bagi negara kepulauan dengan populasi sekitar 550.000 jiwa tersebut.

Peluang dan Reaksi

Meski terus bertahan, Cape Verde nyaris mencuri kemenangan di menit-menit akhir.

Pada masa injury time, bek Diney Borges melepaskan sundulan yang mengarah tepat ke pelukan kiper Spanyol, Unai Simon.

Seusai pertandingan, pelatih Spanyol Luis de la Fuente mengakui penampilan timnya belum maksimal.

"Kami kurang segar dan kurang klinis dalam menyelesaikan peluang. Kami tahu kami bisa menang hari ini, tapi sepak bola seperti itu. Kami harus terus berkembang," ujar de la Fuente dikutip dari ESPN.

Dengan hasil ini, Spanyol dan Cape Verde sama-sama mengoleksi 1 poin di klasemen sementara Grup H. Posisi puncak grup akan ditentukan oleh hasil pertandingan lainnya antara Arab Saudi kontra Uruguay yang akan digelar menyusul di Miami.

Catatan Sejarah

Imbang 0-0 ini menjadi laga pertama di Piala Dunia 2026 yang berakhir tanpa gol. Bagi Spanyol, ini adalah kali keempat sejak 1966 mereka melepaskan 27 tembakan dalam satu pertandingan Piala Dunia tanpa mampu mencetak gol (sebelumnya terjadi melawan Paraguay di tahun 1998, juga berakhir 0-0).

Sementara itu, gelandang muda Gavi juga mencatatkan namanya dalam buku sejarah.

Pemain berusia 21 tahun itu menjadi pemain keenam yang mampu tampil di dua edisi Piala Dunia berbeda seusianya, menyamai rekor legenda seperti Pele dan Samuel Eto'o.

Berita Terkait