Berita

Bukan Main! Tersangka Korupsi MBG Lodewyk Pusung Tercatat Miliki 28 Bidang Tanah, Nilainya Tembus Rp 58,7 Miliar

Diperbarui 0 6 mnt baca 1,024 kata 4 halaman
Bukan Main! Tersangka Korupsi MBG Lodewyk Pusung Tercatat Miliki 28 Bidang Tanah, Nilainya Tembus Rp 58,7 Miliar
Bukan Main! Tersangka Korupsi MBG Lodewyk Pusung Tercatat Miliki 28 Bidang Tanah, Nilainya Tembus Rp 58,7 Miliar — Tags: L...

Selain mobil, ia juga dilaporkan memiliki satu unit sepeda motor merek Kawasaki LX150F.

Sementara itu untuk aset harta bergerak lainnya, Lodewyk melaporkan kekayaan sebesar Rp 300 juta, serta kas dan setara kas dengan nilai mencapai Rp 719.791.335.

Menarik untuk dicermati, Lodewyk Pusung tercatat sama sekali tidak memiliki hutang dalam laporan kekayaannya.

Ia juga tidak melaporkan kepemilikan surat berharga.

Dengan demikian, total akumulasi kekayaan bersih yang dimiliki mantan perwira tinggi TNI itu mencapai Rp 60.540.791.335 (Rp 60,54 miliar).

Jejak Sebelum Menjadi Tersangka

Sebelum kasus ini menyeret namanya ke ranah hukum, Lodewyk Pusung merupakan wajah yang cukup disegani di jajaran pemerintahan dan militer.

Ia lahir di Manado, Sulawesi Utara pada 27 September 1960.

Lodewyk merupakan seorang lulusan Akademi Militer (AKABRI) pada tahun 1985.

Selama kurang lebih 33 tahun mengabdi di Korps Baret Hijau (Infanteri) TNI Angkatan Darat, ia menempuh berbagai jenjang pendidikan militer strategis, di antaranya Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI), hingga Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.

Karier militernya tergolong cemerlang.

Lodewyk pernah memangku sejumlah posisi vital seperti Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI/Mulawarman (2014), Panglima Divisi Infanteri I Kostrad (2015), hingga Pangdam I/Bukit Barisan (2015).

Ia juga dipercaya menjadi Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI pada tahun 2017, sebelum akhirnya memasuki masa purnatugas dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal (Mayjen) TNI pada tahun 2018.

Setelah pensiun dari dinas militer, kiprah Lodewyk berlanjut di ranah sipil.

Setelah sempat menjadi Staf Ahli di Kementerian Pertanian dan di lingkungan pemerintahan lainnya, ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Kepala BGN pada 22 Oktober 2024.

Berita Terkait