Berita

Update Bansos Oktober 2025: PKH dan BBNT Tahap 4 Belum Cair, Tiga Bank Salurkan Dana untuk KPM Peralihan, PIP dan Atensi YAPI Sudah Masuk Rekening

Diperbarui 0 5 mnt baca 813 kata 3 halaman
Update Bansos Oktober 2025: PKH dan BBNT Tahap 4 Belum Cair, Tiga Bank Salurkan Dana untuk KPM Peralihan, PIP dan Atensi YAPI Sudah Masuk Rekening

Bungko News – JAKARTA - Pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BBNT) tahap keempat untuk periode Oktober-November-Desember 2025 belum sepenuhnya cair.

Namun, tiga bank penyalur resmi pemerintah yakni Bank BRI, Bank BNI, dan Bank Mandiri telah mulai menyalurkan dana bansos bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kategori peralihan dari PT Pos ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Sementara itu, dua bansos lainnya yakni Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang SD dan Bantuan Atensi Yatim Piatu (YAPI) telah tercatat cair di rekening penerima.

Status PKH dan BBNT Tahap 4 Belum Muncul di SIKS-NG

Berdasarkan pemantauan terakhir per 16 Oktober 2025, data pencairan PKH dan BBNT tahap keempat belum muncul dalam Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).

Menu view Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) belum menampilkan periode tahap 4 ini, baik nama-nama penerima, periode salur, maupun data bayar yang lengkap.

"Penyaluran PKH tahap 4 dan BPNT Oktober–Desember 2025 sudah berjalan. Beberapa KPM sudah menerima saldo di KKS mereka, namun masih terbatas untuk kategori tertentu," demikian dilaporkan dari sumber terpercaya di Kementerian Sosial.

Meskipun demikian, penyaluran tetap berlangsung untuk kategori KPM peralihan dari pos ke kartu KKS, penerima bantuan susulan dari tahap ketiga yang belum cair, serta penerima bansos komplementer lainnya pada Oktober ini.

Tiga Bank Salurkan Bansos untuk KPM Peralihan

Tiga bank penyalur resmi pemerintah telah aktif menyalurkan dana bansos bagi KPM yang beralih dari sistem PT Pos ke KKS.

Berikut rinciannya:

Bank BRI mencairkan bantuan tahap kedua dan ketiga sekaligus, termasuk penebalan senilai Rp1.600.000 bagi penerima BBNT yang beralih dari pos ke KKS.

Beberapa KPM di berbagai wilayah telah melaporkan adanya saldo masuk dalam jumlah tersebut.

Berita Terkait