Gus Ipul menyatakan bahwa pada prinsipnya seluruh program bantuan sosial berpeluang disalurkan melalui Kopdes Merah Putih apabila kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, serta sistem pendukung lainnya telah terpenuhi.
Mekanisme Penyaluran: Peran Gerai Bank Himbara
Salah satu komponen kunci dalam skema penyaluran bansos melalui Kopdes Merah Putih adalah keberadaan gerai Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang akan beroperasi di setiap koperasi.
Gus Ipul menjelaskan bahwa gerai Bank Himbara ini akan dimanfaatkan sebagai saluran penyaluran bantuan kepada masyarakat.
"Tentu ke depan kita akan coba juga bisa disalurkan melalui Kopdes, karena di Kopdes nanti kan ada gerai-gerai. Salah satunya tentu gerai dari Bank Himbara," ujar Gus Ipul.
Dengan adanya gerai bank di Kopdes Merah Putih, penerima bansos tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh ke bank atau kantor pos untuk mencairkan bantuan.
Mereka dapat mengakses layanan tersebut langsung di desa mereka masing-masing.
Target dan Tahapan Implementasi
Pemerintah menargetkan uji coba penyaluran bansos melalui Kopdes Merah Putih dimulai pada Agustus 2026.
Saat ini, proses masih dalam tahap koordinasi dan konsolidasi antarinstansi terkait.
Progres Pembangunan Kopdes Merah Putih
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan progres pembangunan Kopdes Merah Putih sebagai berikut:
| Status | Jumlah |
|---|---|
| Telah selesai 100% (bangunan fisik, gudang, gerai, dan perlengkapan) | 15.845 unit |
| Sedang dalam tahap pembangunan | 19.539 unit |
| Telah menjalani uji coba operasional | 1.061 unit |
| Target rampung Agustus 2026 | 35.000 unit |
Selain itu, berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simpkopdes) per 14 Juli 2026, sebanyak 83.382 koperasi telah terbentuk meskipun belum semuanya memiliki bangunan fisik.
Peran Strategis Kopdes Merah Putih
Kopdes Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai saluran penyaluran bansos, tetapi juga memiliki peran strategis yang lebih luas:
1. Pusat Pelayanan Ekonomi Desa
Presiden Prabowo Subianto menyebutkan bahwa Kopdes Merah Putih akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang mencakup toko sembako, layanan simpan pinjam, apotik desa, hingga fasilitas gudang untuk menampung hasil tani dan nelayan desa.
2. Offtaker Hasil Panen Petani
Kopdes Merah Putih juga berfungsi sebagai offtaker atau pembeli hasil panen petani, terutama gabah, beras, dan jagung, apabila harga komoditas tersebut jatuh di bawah harga yang ditetapkan pemerintah.
"Kalau harga seperti gabah, jagung, dan lain-lain di bawah harga yang sudah ditentukan pemerintah, maka koperasi dia bisa offtaker sebagai pembeli dari produk-produk pertanian," jelas Zulkifli Hasan.