Bungko News – Masyarakat penerima bantuan sosial atau bansos kini dapat mengecek status penerimaan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 3 secara online hanya menggunakan HP.
Pengecekan ini penting dilakukan, terutama bagi masyarakat yang ingin mengetahui apakah namanya masih tercatat sebagai penerima bantuan pada periode Juli, Agustus, dan September 2026.
Penyaluran bansos tahap 3 pada September 2026 masih berlangsung secara bertahap.
Karena proses penyaluran tidak selalu dilakukan secara bersamaan di setiap daerah, waktu diterimanya bantuan dapat berbeda antara satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan KPM lainnya.
Masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor desa atau dinas sosial hanya untuk mengetahui status awal penerimaan.
Pengecekan dapat dilakukan secara mandiri melalui HP dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP.
Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 2026
Program Keluarga Harapan atau PKH merupakan salah satu program bantuan sosial pemerintah yang ditujukan kepada keluarga yang memenuhi kriteria dan masuk dalam sasaran program.
Sementara itu, BPNT yang juga dikenal sebagai bantuan Sembako merupakan bantuan sosial untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang masuk dalam sasaran penerima.
Untuk tahap 3 tahun 2026, periode bantuan mencakup Juli, Agustus, dan September.
Namun, masyarakat perlu memahami bahwa tercatat sebagai penerima bantuan pada tahap sebelumnya tidak secara otomatis menjamin bantuan akan diterima kembali pada tahap berikutnya.
Data penerima dapat mengalami perubahan berdasarkan proses pemutakhiran, verifikasi, validasi, serta ketentuan program yang berlaku.
Metro TV News juga melaporkan bahwa status penerima dapat berubah setelah dilakukan pemutakhiran data.
Cara Cek Status PKH dan BPNT Tahap 3 Lewat HP
Cara paling mudah untuk mengetahui status bansos adalah melalui situs resmi Cek Bansos Kementerian Sosial.
Masyarakat hanya perlu menyiapkan NIK 16 digit yang tercantum pada KTP.
Berikut langkah-langkahnya.
1. Buka situs resmi Cek Bansos
Gunakan browser di HP, seperti Chrome atau browser lainnya.
Kemudian buka situs resmi Cek Bansos Kemensos.
Pastikan masyarakat menggunakan situs resmi agar terhindar dari situs palsu yang meminta data pribadi secara tidak semestinya.
2. Siapkan NIK sesuai KTP
Masukkan NIK sebanyak 16 digit pada kolom yang tersedia.
Pastikan angka yang dimasukkan benar-benar sesuai dengan NIK pada Kartu Tanda Penduduk.
Kesalahan satu digit saja dapat menyebabkan pencarian data tidak sesuai.
3. Masukkan huruf kode atau captcha
Setelah memasukkan NIK, pengguna juga perlu mengetikkan huruf kode yang muncul pada halaman pencarian.
Jika kode terlihat kurang jelas, tersedia pilihan untuk memperbarui atau melakukan refresh kode.
4. Klik "Cari Data"
Setelah NIK dan kode verifikasi dimasukkan dengan benar, klik tombol "Cari Data".
Sistem kemudian akan melakukan pencarian berdasarkan data yang tersedia dalam database Cek Bansos.
5. Periksa hasil pencarian
Apabila data ditemukan, sistem akan menampilkan informasi mengenai penerima bantuan.
Informasi yang dapat muncul antara lain nama penerima, desil kesejahteraan, serta jenis bantuan sosial yang tercatat.
Laman resmi Cek Bansos menjelaskan bahwa sumber data yang digunakan adalah Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Cara Cek Bansos Menggunakan Aplikasi Cek Bansos
Selain melalui situs resmi, masyarakat juga dapat menggunakan aplikasi Cek Bansos.
Cara pengecekannya cukup sederhana.
Pertama, buka aplikasi Cek Bansos pada HP.
Kemudian pilih menu "Cek Bansos".
Masukkan NIK sesuai KTP.
Setelah itu pilih "Cari Data".
Apabila data tersedia, sistem akan menampilkan informasi mengenai status penerima serta jenis bantuan yang tercatat.
Cara ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin melakukan pengecekan menggunakan perangkat seluler.
Apa Saja Informasi yang Muncul Saat Cek Bansos?
Hasil pencarian pada layanan Cek Bansos dapat memberikan sejumlah informasi mengenai status sosial ekonomi dan bantuan yang tercatat.
Di antaranya adalah nama penerima, desil kesejahteraan, status bantuan Sembako atau BPNT, PKH, PBI-JK, periode bantuan, serta informasi bantuan lainnya yang tersedia dalam sistem.
Desil merupakan kelompok kesejahteraan keluarga yang dihitung berdasarkan sejumlah variabel sosial ekonomi.
Menurut laman resmi Cek Bansos, terdapat 10 kelompok desil.
Desil 1 merupakan kelompok 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
Mengapa Status Penerima Bansos Bisa Berubah?
Salah satu hal yang sering membuat masyarakat bingung adalah perubahan status penerima bantuan.
KPM yang sebelumnya mendapatkan PKH atau BPNT belum tentu tetap mendapatkan bantuan pada periode berikutnya.
Hal ini dapat terjadi karena adanya pemutakhiran data dan proses verifikasi serta validasi penerima.
Sebaliknya, masyarakat yang sebelumnya belum tercatat sebagai penerima juga dapat masuk dalam daftar apabila memenuhi ketentuan dan masuk dalam sasaran program.
Karena itu, status penerima sebaiknya tidak hanya berdasarkan informasi dari pencairan sebelumnya.
Masyarakat dapat melakukan pengecekan secara berkala melalui kanal resmi.
Mengenal DTSEN dalam Data Bansos
Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN menjadi sumber data yang digunakan pada layanan Cek Bansos.
DTSEN mengelompokkan kondisi kesejahteraan keluarga berdasarkan berbagai variabel sosial ekonomi.
Variabel tersebut antara lain berkaitan dengan kondisi individu, pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, serta kepemilikan aset.
Laman resmi Cek Bansos menyebutkan bahwa desil bersifat dinamis.
Apabila kondisi yang tercatat tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui desa atau kelurahan dan dinas sosial, maupun melalui aplikasi Cek Bansos dengan menyampaikan data sesuai kondisi nyata.
Data tersebut selanjutnya dapat dihitung kembali secara berkala.
Tidak Terdaftar Sebagai Penerima, Apa yang Harus Dilakukan?
Apabila setelah memasukkan NIK ternyata data penerima tidak ditemukan, masyarakat tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa terjadi kesalahan.
Ada beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan data bantuan tidak muncul.
Pertama, data penerima belum masuk atau belum diperbarui pada sistem.
Kedua, status penerima mengalami perubahan setelah proses pemutakhiran data.
Ketiga, masyarakat memang tidak masuk dalam sasaran program pada periode tersebut.
Jika terdapat ketidaksesuaian data, masyarakat dapat menanyakan dan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa atau kelurahan serta dinas sosial setempat sesuai mekanisme yang berlaku.
Apakah Penerima PKH Otomatis Mendapat BPNT?
Tidak selalu.
Jenis bantuan yang diterima setiap keluarga dapat berbeda sesuai dengan status dan kriteria program serta hasil pemutakhiran data.
Karena itu, masyarakat yang pernah menerima PKH tidak seharusnya langsung berasumsi bahwa bantuan Sembako atau BPNT juga akan diterima pada periode yang sama.
Begitu pula sebaliknya.
Cara paling tepat untuk mengetahui bantuan yang tercatat adalah melakukan pengecekan melalui kanal resmi.
Jangan Percaya Informasi Pencairan dari Sumber Tidak Resmi
Masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap informasi mengenai bansos yang beredar melalui media sosial, grup WhatsApp, maupun pesan berantai.
Informasi mengenai pencairan atau status penerima sebaiknya dikonfirmasi melalui kanal resmi pemerintah.
Jangan sembarangan memberikan NIK, nomor kartu keluarga, PIN, kode OTP, password, atau informasi perbankan kepada pihak yang mengaku sebagai petugas bansos.
Pemerintah tidak meminta masyarakat mengirimkan kode OTP atau PIN rekening melalui pesan pribadi untuk melakukan pengecekan bansos.
Kesimpulan
Pengecekan status bansos PKH dan BPNT tahap 3 tahun 2026 dapat dilakukan dengan mudah melalui HP.
Masyarakat cukup menyiapkan NIK 16 digit sesuai KTP, kemudian melakukan pencarian melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos atau menggunakan aplikasi Cek Bansos.
Tahap 3 mencakup periode Juli, Agustus, dan September 2026.
Namun, penyaluran dilakukan secara bertahap sehingga waktu penerimaan bantuan dapat berbeda antar-KPM.
Status penerima juga dapat berubah karena adanya pemutakhiran data.
Oleh sebab itu, masyarakat yang ingin mengetahui apakah masih tercatat sebagai penerima PKH atau BPNT sebaiknya melakukan pengecekan langsung melalui kanal resmi secara berkala.
Yang paling penting, gunakan situs resmi Cek Bansos dan jangan mudah percaya pada tautan atau informasi pencairan yang tidak berasal dari sumber pemerintah.