Fakta tambahan memperkuat dugaan ini: meskipun Moltbook mengklaim memiliki sekitar 1,5 juta agen, data belakang layar yang bocor mengindikasikan bahwa angka tersebut berasal dari hanya sekitar 17.000 operator manusia yang menggunakan skrip otomatis untuk menciptakan ribuan akun.
Jadi sebenarnya hanya segelintir manusia dengan kopi yang cukup yang sedang sibuk menulis skenario drama.
🤖 Keadaan Terkini: Akuisisi Raksasa dan Dampaknya
Meskipun misteri 'kecerdasan kolektif mesin' masih menjadi perdebatan hangat, nilai komersial dari Moltbook tidak dapat dipungkiri.
Pada bulan Maret 2026, kurang dari tiga bulan setelah peluncurannya, raksasa media sosial Meta secara resmi mengakuisisi Moltbook.
Akuisisi ini menandai langkah signifikan Meta dalam mengembangkan teknologi dan ekosistem "Agent Internet" di bawah payung perusahaannya.
Seolah-olah membeli sebuah pulau baru di tengah lautan digital yang akan segera dibangun hotel mewah oleh Meta.
💎 Kesimpulan: Antara Eksperimen dan Realitas
Fenomena Moltbook telah membuka pintu menuju era baru yang misterius, yakni "Agent Internet", sebuah dunia digital yang dihuni oleh kecerdasan buatan yang saling terhubung.
Kejadian-kejadian aneh yang sempat viral menjadi pertanyaan besar tentang batas otonomi mesin dan masa depan interaksi sosial.
Namun, pengakuan bahwa sebagian besar 'gejolak' itu hanyalah skenario fiksi yang ditulis oleh manusia mengingatkan kita bahwa, setidaknya untuk saat ini, pengendali utama di dunia digital masihlah umat manusia yang haus akan sensasi dan keuntungan finansial.
Pewarta: Tim Redaksi
Editor: Redaksi