Teori Modernisasi
Teori modernisasi merupakan salah satu dari empat teori utama pembangunan yang bertujuan mempelajari proses evolusi sosial dalam masyarakat.
Teori ini diartikan sebagai pandangan terhadap perubahan sosial budaya di lingkungan masyarakat yang berkaitan dengan perubahan kehidupan dari tradisional menuju modern.
Sejarah Teori Modernisasi
Teori modernisasi klasik berlangsung pada akhir tahun 1950-an setelah Perang Dunia II hingga 1970-an.
Kemunculannya bermula dari munculnya Amerika Serikat sebagai negara adidaya pasca Perang Dunia II. Sementara negara-negara Barat lainnya dilemahkan oleh perang, Amerika Serikat muncul sebagai pemenang dan pemimpin dunia dengan implementasi Marshall Plan untuk merekonstruksi Eropa Barat.
Setelah itu, muncul bangsa-bangsa baru di Dunia Ketiga sebagai akibat runtuhnya kekuasaan kolonial Eropa di Amerika Latin, Asia, dan Afrika.
Negara-bangsa yang sedang berkembang ini mencari strategi pembangunan untuk memajukan ekonomi mereka dan memperkuat kemandirian politik mereka.
Asumsi Teori Modernisasi
Teori modernisasi lahir dari dua asumsi utama:
-
Metafora Teori Evolusi: Teori modernisasi tidak lepas dari teori evolusi, di mana terjadi proses kehidupan bertahap tanpa ada usaha mundur. Artinya, modernisasi membawa perubahan yang progresif dan memerlukan waktu panjang.
-
Asumsi Fungsionalisme: Teori modernisasi lahir sebagai pola pikir yang sistematik, menjelaskan tentang babak kehidupan atau transformasi secara bertahap. Asumsi ini meyakini bahwa ada pengaruh pada kejadian sebelumnya yang menjadikannya sebagai bagian dari proses yang berkesinambungan.
Teori modernisasi berpendapat bahwa negara-negara modern lebih produktif, memiliki anak-anak yang berpendidikan lebih baik, dan terbukti memberikan lebih banyak kesejahteraan bagi orang miskin.
Ciri-Ciri Modernisasi
Modernisasi memiliki sejumlah ciri yang dapat diidentifikasi dalam masyarakat yang mengalaminya:
-
Pemanfaatan Teknologi: Masyarakat sangat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meringankan kehidupan sehari-hari.
-
Perubahan Alat Transportasi: Terjadi perubahan pada alat transportasi menjadi lebih canggih dan beragam.
-
Perubahan Norma dan Nilai: Banyak terjadi perubahan pada unsur-unsur dan norma masyarakat.
-
Transformasi Demokratis: Terjadi transformasi demokratis dalam sistem politik yang membuka peluang bagi tindakan kolektif rakyat.