Namun jika status masih SPM (Surat Perintah Membayar) atau baru “Berhasil Cek Rekening”, prosesnya masih agak lama.
Mohon kesabaran bagi KPM pengguna KKS BRI.
2. Daftar 10 Daerah yang Disarankan Cek Saldo HARI INI (20 Mei 2026)
Berdasarkan informasi dari pendamping sosial, terdapat sejumlah daerah yang bagi KPM dengan status SI (Standing Instruction) disarankan untuk melakukan pengecekan saldo pada hari ini, karena peluang dana sudah masuk cukup besar.
Berikut daftarnya:
| No | Kabupaten/Kota | Provinsi |
|---|---|---|
| 1 | Padang Lawas Utara | Sumatera Utara |
| 2 | Tulang Bawang Barat | Lampung |
| 3 | Bekasi | Jawa Barat |
| 4 | Banyuwangi | Jawa Timur |
| 5 | Humbang Hasundutan | Sumatera Utara |
| 6 | Lamandau | Kalimantan Tengah |
| 7 | Ngada | Nusa Tenggara Timur |
| 8 | Pohuwato | Gorontalo |
| 9 | Paser | Kalimantan Timur |
| 10 | Kerinci | Jambi |
Catatan: Pengecekan ini hanya berlaku bagi KPM yang statusnya sudah Standing Instruction (SI) di aplikasi SIKS-NG. Jika status masih “Berhasil Cek Rekening” atau SPM, jangan dulu mengecek karena saldo dipastikan belum ada.
3. Bantuan Lain yang Juga Sedang Disalurkan
Selain PKH dan BPNT, pemerintah juga menyalurkan beberapa bansos lain:
-
PIP (Program Indonesia Pintar): Bantuan untuk jenjang TK, SD, SMP, dan SMA sudah mulai disalurkan. KPM dapat mengecek melalui rekening Simpel atau bertanya langsung kepada guru di sekolah masing-masing.
-
ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial): Masih dalam tahap penyaluran dan belum merata. Diharapkan segera ada kabar baik bagi penerima.
-
Bantuan Pangan: Beras 20 kg & Minyak Goreng 4 Liter: Statusnya masih terkendala. Seharusnya sudah cair sejak bulan Ramadan, tetapi hingga kini penyaluran masih berlangsung secara bertahap di setiap daerah. Ada wilayah yang sudah menerima, ada yang belum.
4. Penyebab Bansos Tidak Cair & Solusinya
Banyak KPM yang mengeluhkan bansos tahap 2 (April-Mei-Juni 2026) belum kunjung masuk.
Berikut penyebab utama dan langkah yang harus dilakukan:
a. Data Tidak Sinkron (KK & KTP tidak padan)
Perbedaan nama, tempat, atau tanggal lahir antara KK, KTP, dan data Dukcapil menjadi penghambat utama.
Solusi: Segera sinkronkan data ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) setempat.
b. Perubahan Data Keluarga Tidak Dilaporkan
Adanya anggota keluarga baru, pindah alamat, anggota meninggal dunia, atau perubahan status pernikahan yang tidak dimutakhirkan akan membuat bansos terhenti.
Solusi: Laporkan perubahan tersebut ke pendamping sosial, kantor desa/kelurahan, atau dinas sosial.
c. Kesalahan Input Data oleh Petugas
Meskipun data KPM sudah benar, bisa saja petugas di lapangan salah memasukkan NIK atau nama ke dalam sistem.
Solusi: Tanyakan langsung ke pendamping PKH atau operator desa/kelurahan untuk memeriksa ulang data yang diinput.