Kelompok Desil 1-5 berpeluang menerima Program ATENSI sesuai hasil asesmen Kemensos, sementara masyarakat dengan desil di atas 5 umumnya tidak diprioritaskan karena dinilai telah mampu secara ekonomi.
Faktor lain yang dapat menyebabkan bantuan tidak cair antara lain:
-
Memiliki kredit atau utang aktif
-
Kepemilikan aset dan pola konsumsi
-
Penerima sudah meninggal dunia
-
Berstatus ASN, TNI, Polri, pejabat negara, atau pegawai BUMN/BUMD
Solusi: Cek status desil ekonomi keluarga melalui aplikasi Cek Bansos atau situs resmi Kemensos dengan menggunakan NIK KTP.
Jika merasa masih layak namun data menunjukkan tidak aktif, ajukan perubahan data melalui Dinas Sosial setempat.
4. Kelengkapan Dokumen Persyaratan
Penyebab: Banyak kasus di mana bantuan tidak cair karena dokumen persyaratan yang tidak lengkap atau tidak sesuai.
Data identitas atau alamat tidak ditemukan, data belum valid, atau anak bersangkutan saat ini diketahui sudah diadopsi oleh keluarga mampu.
Solusi: Pastikan seluruh dokumen persyaratan lengkap dan valid.
Dokumen yang perlu disiapkan meliputi:
-
Kartu Keluarga (KK) terbaru
-
Kartu Tanda Penduduk (KTP) wali/pengasuh yang valid
-
Akta Kelahiran atau Kartu Identitas Anak (KIA)
-
Surat keterangan kematian orang tua dari kelurahan atau rumah sakit
Jika terdapat kendala pada dokumen, segera urus kelengkapannya di instansi terkait dan laporkan kepada pendamping sosial.
5. Perbedaan Waktu Pencairan di Tingkat Daerah
Penyebab: Perbedaan waktu pencairan umumnya dipengaruhi proses verifikasi data, kelengkapan administrasi, hingga kendala teknis di lapangan.
Pencairan dana bansos ATENSI YAPI di awal tahun 2026 belum terealisasi secara luas di tingkat nasional, dan keterlambatan ini disebabkan proses verifikasi data penerima yang masih berlangsung.
Kendala teknis juga bisa terjadi pada fisik kartu KKS yang rusak atau terblokir, hingga status data yang dinyatakan tidak aktif atau tereksklusi dari sistem pusat akibat tidak sinkronnya data Dukcapil.
Solusi: Pemerintah daerah bersama pendamping sosial terus mempercepat proses agar bantuan segera diterima oleh seluruh penerima yang berhak.
Masyarakat diminta aktif mengecek status bantuan melalui saluran resmi dan memastikan data yang terdaftar sudah sesuai.
Cara termudah untuk mengecek status bantuan adalah melalui:
-
Situs resmi: cekbansos.kemensos.go.id
-
Aplikasi Cek Bansos yang dapat diunduh di ponsel
Pada laman tersebut, cukup masukkan provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa sesuai alamat, lalu ketikkan nama lengkap anak penerima manfaat untuk mengetahui status bantuan.