Dasar Hukum: UU Desa No.3/2024, PP No.16/2026, Perpres No.11/2024
Ini beda yang paling sering bikin bingung di lapangan. Perangkat Desa itu BUKAN PPPK, dan PPPK itu BUKAN Perangkat Desa. Statusnya beda total, meski sama-sama digaji negara. Kalau salah paham, bisa fatal urusan administrasi kepegawaian.
1. Status Kepegawaian: Garis Pembatas Paling Tegas
Perangkat Desa (Kades, Sekdes, Kaur, Kasi, Kadus)
Bukan ASN. Diatur oleh UU Desa No.6/2014 jo UU No.3/2024 dan PP terbaru No.16 Tahun 2026 yang disahkan Presiden pada 27 Maret 2026.
PP 16/2026 secara eksplisit menegaskan bahwa tidak ada penyebutan atau pengaturan yang menjadikan pamong desa sebagai ASN. Dengan tegas, tidak ada jalur konversi atau afirmasi bagi perangkat desa untuk menjadi ASN. Regulasi ini tetap memberikan penguatan berupa perlindungan hukum, mekanisme pengangkatan yang lebih jelas, tunjangan purnatugas, dan standar nasional penghasilan tetap.
PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja)
Adalah ASN. Diatur UU ASN No.20 Tahun 2023 dan PP 49/2018. PPPK diakui sebagai bagian dari ASN dengan kesetaraan hak dengan PNS, yaitu warga negara yang diangkat instansi pemerintah untuk tugas pemerintahan dengan status kontrak jangka waktu tertentu.
Aturan Penting di Lapangan: Perangkat Desa tidak memenuhi syarat formal ikut seleksi PPPK karena bukan pegawai instansi pemerintah pusat/daerah. Pemerintah desa adalah entitas tersendiri. Jika Kades atau Perangkat Desa lolos PPPK, wajib memilih salah satu jabatan, tidak boleh rangkap, karena kontrak PPPK menuntut pemenuhan target kinerja penuh.
2. Rincian Gaji Pokok 2026
A. Perangkat Desa - Acuan PP 16/2026
Masih mengacu gaji PNS Golongan II/a masa kerja 0 tahun = Rp2.022.200. Ini adalah minimal nasional, Perbup/Perwako boleh menetapkan lebih tinggi.
|
Jabatan |
Rumus |
Gaji Minimal 2026 |
|---|---|---|
|
Kepala Desa |
120% x Rp2.022.200 |
Rp2.426.640 |
|
Sekretaris Desa |
110% x Rp2.022.200 |
Rp2.224.420 |
|
Kaur, Kasi, Kepala Dusun |
100% x Rp2.022.200 |
Rp2.022.200 |
Sistem baru 2026: gaji otomatis ikut naik jika gaji PNS naik, plus ada kenaikan berkala wajib 2% setiap 2 tahun.
B. PPPK - Acuan Perpres No.11 Tahun 2024
Besaran gaji PPPK 2026 masih merujuk kenaikan 8% sesuai Perpres No.11 Tahun 2024 dan belum ada regulasi baru pengganti. Gaji ditentukan berdasarkan Golongan (I-XVII) dan Masa Kerja Golongan (MKG).
|
Golongan |
Kualifikasi |
Gaji Pokok 2026 |
|---|---|---|
|
Gol. I |
SD |
Rp1.938.500 - Rp2.900.900 |
|
Gol. II |
SMP/Sederajat |
Rp2.116.900 - Rp3.071.200 |
|
Gol. V |
SMA / D1 |
Rp2.511.500 - Rp4.189.900 |
|
Gol. IX |
S1 / D4 |
Rp3.203.600 - Rp5.261.500 |
|
Gol. XVII |
S3 / Ahli Utama |
Rp4.462.500 - Rp7.329.900 |
Fakta Lapangan: Lulusan S1 fresh graduate jika jadi Kadus gaji minimalnya Rp2.022.200. Jika jadi PPPK Gol IX langsung Rp3.203.600 di tahun pertama. Selisih hampir Rp1,2 juta di awal, belum termasuk tunjangan kinerja.
3. Rincian Tunjangan: Di Sini Bedanya Paling Terasa
Perangkat Desa (Pasal 93 PP 16/2026):
- Tunjangan keluarga: istri/suami, anak
- Tunjangan kinerja
- Tunjangan hasil pemanfaatan tanah bengkok / tanah milik desa
- Penerimaan lain yang sah: honor tim, pengelolaan keuangan, perjalanan dinas, THR 50% dari Siltap
- Tunjangan Purnatugas: 1 kali di akhir masa jabatan sesuai kemampuan keuangan desa
- Jaminan sosial: BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan
- Di lapangan, standar tunjangan jabatan daerah yang sering dipakai: Kades Rp500.000, Sekdes Rp450.000, Perangkat Lainnya Rp400.000
PPPK (Setara PNS):
- Tunjangan Keluarga: Istri/suami 10% dari gapok, Anak 2% per anak (maks 2 anak)
- Tunjangan Pangan: 10 kg beras / jiwa atau uang sekitar Rp72.420 per orang
- Tunjangan Jabatan Fungsional: Rp185 ribu hingga jutaan rupiah
- Tunjangan Kinerja / TPP: Komponen terbesar, bisa lebih besar dari gaji pokok. Guru dapat Tunjangan Sertifikasi 1x gaji pokok
- THR: 1 bulan gaji penuh
- Transport & Fasilitas: Rp200-500 ribu + laptop / kendaraan dinas
- Jaminan Sosial: BPJS ditanggung negara + Jaminan Hari Tua (JHT)
Kesimpulan: PPPK unggul di Tukin/TPP dan THR 100%. Perangkat Desa unggul di tanah bengkok dan tunjangan purnatugas yang tidak dimiliki PPPK.
4. Masa Jabatan
Perangkat Desa:
- Sekdes, Kaur, Kasi, Kadus: sampai usia 60 tahun. Dapat diperpanjang sampai 60 tahun berdasarkan penilaian Kades berkinerja baik dan rekomendasi Camat.
- Kepala Desa: 8 tahun per periode, maksimal 2 periode. Dipertegas PP 16/2026 Pasal 50 ayat 1 dan 2.
PPPK:
- Kontrak paling singkat 1 tahun, paling lama 5 tahun untuk JPT Utama/Madya, dapat diperpanjang sesuai kebutuhan dan penilaian kinerja.
- Bisa diperpanjang berulang kali hingga batas usia pensiun: 58 tahun untuk jabatan non-manajerial dan 60 tahun untuk pimpinan tinggi sesuai UU ASN 2023.
- Penjelasan BKN: selama organisasi membutuhkan dan kompetensi diperlukan, kontrak dapat diperpanjang sampai Batas Usia Pensiun.
Artinya, Perangkat Desa lebih stabil sampai 60 tahun tanpa evaluasi kontrak tahunan. PPPK harus dievaluasi setiap 1-5 tahun.
Kesimpulan Cepat: Pilih Mana?
|
Aspek |
Perangkat Desa |
PPPK |
|---|---|---|
|
Status |
Non-ASN, Pamong Desa |
ASN Kontrak |
|
Gaji Awal S1 |
Rp2.022.200 |
Rp3.203.600 |
|
Sumber Gaji |
ADD dalam APBDesa |
APBN / APBD |
|
Kenaikan |
2% per 2 tahun + ikut PNS |
Berkala sesuai MKG |
|
Pensiun |
Tunjangan purnatugas 1x |
Tidak ada pensiun bulanan, ada JHT |
|
Masa Jabatan |
Sampai 60 tahun / Kades 8 tahun x 2 |
Kontrak 1-5 tahun, diperpanjang sampai 58/60 tahun |
|
Bisa jadi PNS? |
Tidak ada jalur afirmasi |
Sudah ASN |
Kalau tujuanmu adalah kesejahteraan bulanan dan tunjangan kinerja besar, PPPK unggul. Kalau tujuanmu adalah stabilitas jabatan sampai usia 60 tahun, punya hak atas tanah bengkok, dan kedekatan langsung dengan warga, Perangkat Desa punya keunggulan tersendiri.
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan PP No.16/2026 yang diundangkan 27 Maret 2026 dan Perpres No.11/2024. Untuk angka final di daerahmu, cek Peraturan Bupati/Wali Kota masing-masing karena ADD setiap daerah berbeda.