JAKARTA – Pemerintah pusat dan daerah mulai menyalurkan berbagai program bantuan sosial (bansos) pada Agustus 2025 sebagai bagian dari upaya percepatan target penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Program Keluarga Harapan (PKH) plus, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Langsung Tunai (BLT), hingga berbagai bansos daerah seperti di Jawa Timur dan DKI Jakarta telah dicairkan untuk membantu masyarakat kurang mampu memenuhi kebutuhan dasar.
Penyaluran bansos ini merupakan salah satu fokus utama pemerintah pusat maupun daerah sebagai bagian dari komitmen mencapai target penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia pada tahun 2025.
Berbagai program bansos baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kini mulai dirasakan manfaatnya oleh jutaan keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Bansos Pusat: PKH, BPNT, dan Atensi YAPI Tahap 3
Kementerian Sosial (Kemensos) telah memulai pencairan bansos tahap ketiga tahun 2025.
Baca Juga: 2 Jenis Bansos Cair di Kartu KKS, Pemerintah Mulai Evaluasi Penerima PKH Lebih dari 5 Tahun
Berdasarkan informasi dari Radar Bogor, per 22 Agustus 2025, penyaluran BPNT tahap ketiga yang mencakup periode Juli hingga September 2025 telah memasuki fase “proses cek rekening”, menandakan dana akan segera tersalurkan.
“Dana BPNT tahap tiga saat ini sedang diverifikasi melalui pengecekan rekening. Langkah ini bertujuan memastikan bahwa setiap penerima menerima bantuan secara tepat dan aman,” demikian dilaporkan Radar Bogor (22/8/2025).
Baca Juga: Sejumlah Kantor Pos Belum Salurkan BLT Kesra Rp900 Ribu, 77 Ribu Penerima PKH Dinyatakan Mandiri
Sementara itu, Program Keluarga Harapan (PKH) juga telah memasuki tahap pencairan.
Setiap penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp600.000 untuk periode tiga bulan (Juli-September 2025).
Proses penyaluran akan dilakukan secara bertahap hingga akhir Agustus dan bahkan berlanjut ke awal September, tergantung pada wilayah dan proses verifikasi data di masing-masing daerah.
Bantuan Atensi Yatim Piatu (Atensi YAPI) menjadi bansos pertama yang proses pencairannya sudah dimulai.
“Nama-nama penerima bantuan Atensi YAPI sudah terdaftar di SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation). Status ‘berhasil cek rekening’ dalam Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) mengindikasikan bahwa dana telah siap disalurkan,” lapor Flores Pikiran Rakyat (8/8/2025).
Bansos Jawa Timur: Rp4,9 Miliar untuk Sidoarjo
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bansos senilai Rp4,9 miliar untuk masyarakat Kabupaten Sidoarjo.