Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa penyaluran bansos ini merupakan titik ke-27 dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur yang akan menerima bantuan serupa.
“Ya kawan-kawan, ini titik ke-27 dari 38 kabupaten/kota. Alhamdulillah, kita hampir rampung menyalurkan bansos. Harapan kami tentu agar semua bantuan ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Khofifah di Sidoarjo, Jumat (22/8/2025), seperti dilansir Detik.com.
Bansos yang berasal dari Dinas Sosial Jatim tersebut terbagi untuk beberapa kategori penerima, antara lain:
– Program Keluarga Harapan (PKH) Plus: Rp1,21 miliar untuk 608 keluarga penerima manfaat (KPM)
– Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD): Rp280 juta untuk 78 orang
– BLT Pekerja Rokok: Rp1,39 miliar untuk 1.057 buruh
– Program Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP): Rp3 juta per orang untuk 195 orang
– Bantuan Mobilitas Lansia: Rp57 juta untuk 14 penerima
Baca Juga: Bansos PKH-BPNT Tahap 4 Cair! KPM Terima Beras 20 Kg + Minyak Goreng + Rp400 Ribu
– Tali Asih Pilar Sosial: Rp431 juta untuk 114 orang
Selain itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jatim juga menyalurkan bansos sebesar Rp920 juta untuk sembilan desa, meliputi BUMDes, Desa Berdaya, dan Desa Jatim Sejahtera (JAWARA).
Sementara dari BUMD Pemprov Jatim disalurkan Zakat Produktif Rp25 juta untuk 50 orang penerima manfaat.
Khofifah menekankan bahwa bansos ini tidak hanya bersifat karitatif (bantuan hidup), tetapi juga pemberdayaan.
“Salah satunya adalah Program KIP Jawara (Kewirausahaan Inklusif Produktif), yang menyasar kelompok rentan seperti ibu tunggal dan warga yang kehilangan tulang punggung ekonomi keluarga,” jelasnya.
Bansos DKI Jakarta: PKD untuk 56.351 Penerima Baru
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyalurkan Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) pada Agustus 2025.
Program ini ditujukan bagi kelompok rentan melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ).
Menurut data resmi Dinas Sosial DKI, ada 56.351 penerima baru yang terdiri dari:
– Kartu Lansia Jakarta (KLJ): 38.414 penerima
– Kartu Anak Jakarta (KAJ): 13.448 penerima
– Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ): 4.489 penerima
