Bungko News – Rasa lelah merupakan hal yang normal, terutama setelah menjalani aktivitas padat, berolahraga, kurang tidur, atau bekerja dalam waktu lama.
Namun, sering merasa lelah meskipun sudah beristirahat perlu mendapat perhatian.
Kelelahan yang berlangsung terus-menerus dapat dipengaruhi oleh pola hidup, kondisi psikologis, pola makan, maupun masalah kesehatan tertentu.
Karena penyebabnya beragam, penting untuk mengenali kondisi tubuh dan tidak langsung menganggap semua kelelahan sebagai akibat kurang tidur.
Apa Itu Kelelahan?
Kelelahan adalah kondisi ketika tubuh atau pikiran terasa kekurangan energi sehingga seseorang sulit melakukan aktivitas seperti biasanya.
Kelelahan dapat terasa dalam berbagai bentuk, seperti:
-
Tubuh terasa lemas.
-
Mudah mengantuk.
-
Sulit berkonsentrasi.
-
Tidak bersemangat melakukan aktivitas.
-
Otot terasa berat.
-
Produktivitas menurun.
-
Merasa membutuhkan lebih banyak waktu untuk beristirahat.
Kelelahan setelah aktivitas berat biasanya membaik setelah tubuh mendapatkan istirahat yang cukup.
Sebaliknya, kelelahan yang menetap atau semakin berat perlu diperhatikan.
1. Kurang Tidur
Salah satu penyebab paling umum tubuh mudah lelah adalah kurang tidur.
Orang dewasa pada umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam.
Selain durasi, kualitas tidur juga penting.
Tidur yang sering terbangun, jadwal tidur tidak teratur, atau kebiasaan menggunakan perangkat elektronik hingga larut malam dapat membuat tubuh tidak mendapatkan istirahat optimal.
Cara mengatasinya:
-
Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama.
-
Ciptakan kamar yang nyaman dan tenang.
-
Hindari kafein menjelang waktu tidur.
-
Kurangi penggunaan ponsel atau komputer sebelum tidur.
-
Hindari makan terlalu berat menjelang tidur.
2. Kurang Bergerak
Terlalu banyak duduk dan jarang melakukan aktivitas fisik justru dapat membuat tubuh terasa lebih lesu.
Aktivitas fisik secara teratur membantu menjaga kebugaran dan dapat membuat tubuh terasa lebih bertenaga.
Tidak harus melakukan olahraga berat.
Berjalan kaki, bersepeda, senam, berenang, atau latihan kekuatan ringan dapat menjadi pilihan.
Mulailah secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
3. Pola Makan Kurang Seimbang
Tubuh membutuhkan energi dan berbagai zat gizi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pola makan yang tidak seimbang atau terlalu sering melewatkan waktu makan dapat membuat seseorang merasa lemas.
Kekurangan zat gizi tertentu juga dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kelelahan.
Usahakan mengonsumsi makanan yang beragam, termasuk:
-
Sayuran dan buah.
-
Sumber protein seperti ikan, telur, daging, tahu, dan tempe.
-
Sumber karbohidrat.
-
Sumber lemak sehat.
-
Makanan yang mengandung serat.
Hindari terlalu sering mengandalkan makanan tinggi gula atau makanan ultra-proses sebagai sumber energi utama.
4. Kurang Minum
Dehidrasi dapat membuat tubuh terasa lemah dan kurang bertenaga.
Karena itu, memenuhi kebutuhan cairan merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat.
Biasakan minum air secara teratur dan lebih banyak memperhatikan kebutuhan cairan ketika cuaca panas atau setelah melakukan aktivitas fisik.
Kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda, tergantung usia, aktivitas, kondisi lingkungan, makanan, dan kondisi kesehatan.
5. Stres dan Beban Pikiran
Kelelahan tidak selalu berasal dari aktivitas fisik.
Stres berkepanjangan juga dapat membuat tubuh dan pikiran terasa sangat terkuras.
Masalah pekerjaan, keluarga, keuangan, maupun tekanan kehidupan sehari-hari dapat memengaruhi tidur, nafsu makan, konsentrasi, dan tingkat energi.
Beberapa cara yang dapat membantu mengelola stres antara lain:
-
Melakukan aktivitas yang disukai.
-
Berolahraga secara teratur.
-
Melakukan relaksasi atau latihan pernapasan.
-
Berbicara dengan orang yang dipercaya.
-
Mengatur waktu kerja dan istirahat.
-
Mengurangi aktivitas yang tidak terlalu penting.
Jika stres terasa berat dan mengganggu kehidupan sehari-hari, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.
6. Terlalu Banyak Aktivitas
Bekerja atau beraktivitas tanpa memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dapat menyebabkan kelelahan.
Tubuh membutuhkan keseimbangan antara aktivitas dan pemulihan.
Jika jadwal terlalu padat, cobalah memberikan jeda secara berkala.
Istirahat bukan berarti malas.
Istirahat merupakan bagian dari upaya menjaga tubuh agar tetap mampu menjalankan aktivitas dengan baik.
7. Kafein Berlebihan
Kopi dan minuman berkafein dapat membuat seseorang merasa lebih waspada untuk sementara waktu.
Namun, konsumsi kafein berlebihan atau terlalu dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu kualitas tidur.
Akibatnya, seseorang dapat kembali merasa lelah pada hari berikutnya.
Jika sering mengalami kelelahan, perhatikan jumlah dan waktu konsumsi kopi, teh, minuman energi, serta produk lain yang mengandung kafein.
8. Gangguan Tidur
Seseorang mungkin sudah menyediakan waktu tidur yang cukup, tetapi tetap merasa lelah karena kualitas tidurnya terganggu.
Misalnya, tidur sering terbangun, mendengkur keras, atau mengalami gangguan pernapasan ketika tidur.
Jika seseorang terus merasa mengantuk pada siang hari atau tidak merasa segar setelah tidur meskipun durasi tidurnya cukup, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan.
9. Kondisi Kesehatan Tertentu
Kelelahan yang berkepanjangan terkadang dapat menjadi salah satu gejala dari kondisi medis tertentu.
Beberapa kemungkinan antara lain anemia, gangguan tiroid, infeksi, diabetes, gangguan tidur, masalah kesehatan mental, atau kondisi lainnya.
Namun, kelelahan saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis.
Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
10. Efek Obat-obatan
Beberapa jenis obat dapat menyebabkan rasa kantuk atau lelah sebagai efek samping.
Jika rasa lelah mulai muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, jangan langsung menghentikan obat tanpa berkonsultasi.
Tanyakan kepada dokter atau apoteker apakah keluhan tersebut mungkin berkaitan dengan obat yang digunakan.
Cara Mengatasi Rasa Lelah dengan Tepat
Jika kelelahan disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari, beberapa perubahan sederhana dapat membantu.
1. Perbaiki pola tidur
Jadikan tidur sebagai prioritas.
Buat jadwal tidur yang konsisten dan hindari kebiasaan begadang tanpa kebutuhan.
2. Rutin melakukan aktivitas fisik
Mulailah dari aktivitas ringan seperti berjalan kaki selama beberapa menit dan tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan.
3. Konsumsi makanan bergizi
Pastikan makanan sehari-hari beragam dan mengandung sumber protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, mineral, dan serat.
4. Cukupi kebutuhan cairan
Minum secara teratur dan jangan menunggu sampai merasa sangat haus.
5. Kelola stres
Berikan waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat.
Hobi, olahraga, relaksasi, dan bersosialisasi dapat menjadi bagian dari rutinitas untuk mengelola stres.
6. Jangan mengandalkan minuman energi
Minuman berkafein mungkin membuat tubuh terasa lebih bertenaga untuk sementara, tetapi tidak menggantikan kebutuhan tidur dan pola hidup sehat.
Kapan Rasa Lelah Harus Diperiksakan?
Rasa lelah sebaiknya tidak terus-menerus diabaikan apabila berlangsung lama, semakin berat, berulang, atau mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.
Segera cari pertolongan medis jika kelelahan muncul bersama gejala yang mengkhawatirkan, seperti:
-
Nyeri dada.
-
Sesak napas.
-
Pingsan.
-
Kebingungan.
-
Kelemahan tubuh yang muncul secara tiba-tiba.
-
Sakit kepala yang sangat berat dan mendadak.
-
Perdarahan yang tidak biasa.
-
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
-
Demam berkepanjangan.
-
Kondisi tubuh memburuk dengan cepat.
Dalam kondisi darurat, jangan menunggu gejala hilang sendiri.
Segera hubungi layanan kegawatdaruratan atau pergi ke fasilitas kesehatan terdekat.
Jangan Langsung Minum Suplemen Penambah Energi
Ketika sering merasa lelah, sebagian orang langsung membeli vitamin atau suplemen dengan harapan tubuh kembali bertenaga.
Padahal, penyebab kelelahan sangat beragam.
Jika penyebabnya adalah kurang tidur, stres, pola makan, gangguan tidur, obat-obatan, atau masalah kesehatan tertentu, suplemen belum tentu menyelesaikan masalah.
Lebih baik mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu.
Jika diperlukan, tenaga kesehatan dapat menentukan pemeriksaan atau penanganan yang sesuai.
Kesimpulan
Sering merasa lelah bukan selalu berarti tubuh hanya membutuhkan kopi atau tidur lebih lama.
Kelelahan dapat dipengaruhi oleh kurang tidur, kurang aktivitas fisik, pola makan yang tidak seimbang, kurang cairan, stres, aktivitas berlebihan, konsumsi kafein, gangguan tidur, obat-obatan, maupun kondisi kesehatan tertentu.
Mulailah dengan memperbaiki kebiasaan dasar: tidur cukup, makan bergizi, minum cukup, rutin bergerak, dan mengelola stres.
Jika rasa lelah menetap, semakin berat, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Dengan mengetahui penyebabnya, langkah penanganan dapat dilakukan dengan lebih tepat.