Bungko News – Jahe merah sudah lama dikenal sebagai salah satu bahan herbal yang populer di Indonesia.
Rasanya lebih pedas dan aromanya kuat sehingga sering diolah menjadi wedang jahe, jamu, minuman herbal, maupun campuran makanan.
Namun, manfaat jahe merah ternyata tidak hanya soal memberikan sensasi hangat di tenggorokan.
Jahe merah (Zingiber officinale var.
rubrum) mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama kelompok gingerol dan shogaol, yang banyak diteliti karena memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan berpotensi memengaruhi fungsi saluran pencernaan.
Lantas, apa saja manfaatnya?
Berikut 8 manfaat jahe merah untuk pencernaan, daya tahan tubuh, dan kesehatan secara umum yang menarik untuk diketahui.
1. Membantu meredakan mual dan rasa ingin muntah
Salah satu manfaat jahe yang memiliki bukti paling konsisten adalah membantu mengurangi mual dan muntah pada kondisi tertentu.
Sejumlah penelitian terhadap jahe menemukan manfaat terutama pada mual dan muntah yang berkaitan dengan kehamilan.
Bukti untuk kondisi lain, seperti mual setelah operasi atau akibat kemoterapi, masih lebih beragam.
Senyawa dalam jahe diduga dapat memengaruhi mekanisme yang berkaitan dengan serotonin dan pergerakan saluran pencernaan.
Karena jahe merah mengandung gingerol dan shogaol, secara biologis masuk akal jika varietas ini juga memiliki aktivitas yang serupa.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua penelitian menggunakan jahe merah secara khusus.
Jadi, manfaat yang sudah terbukti pada “ginger” secara umum tidak boleh otomatis dianggap sama kuatnya untuk semua produk jahe merah.
2. Mendukung proses pencernaan
Jahe telah diteliti terkait pengosongan lambung dan motilitas saluran pencernaan.
Dalam beberapa uji klinis, konsumsi jahe dikaitkan dengan peningkatan kecepatan pengosongan lambung dan stimulasi kontraksi lambung.
Hal tersebut membuat jahe menarik untuk diteliti dalam kaitannya dengan rasa penuh setelah makan, kembung, dan gangguan pencernaan tertentu.
Secara sederhana, jahe berpotensi membantu sistem pencernaan bekerja lebih teratur.
Namun, bukan berarti jahe dapat menyembuhkan semua gangguan lambung.
Jika seseorang mengalami nyeri perut berulang, muntah terus-menerus, BAB berdarah, atau berat badan turun tanpa sebab, pemeriksaan medis tetap diperlukan.
3. Membantu mengurangi rasa kembung dan tidak nyaman di perut
Kembung dapat muncul karena berbagai faktor, termasuk pola makan, produksi gas, konstipasi, intoleransi makanan, maupun gangguan saluran pencernaan tertentu.
Jahe secara tradisional digunakan untuk berbagai keluhan pencernaan.
Beberapa penelitian klinis juga menunjukkan potensi jahe dalam memengaruhi motilitas gastrointestinal dan gejala dispepsia.
Senyawa bioaktif seperti gingerol dan shogaol diduga ikut berperan dalam aktivitas tersebut.
Itulah sebabnya minuman jahe hangat sering terasa nyaman setelah makan dalam jumlah yang sesuai.
Tetapi perlu diingat, rasa nyaman setelah minum jahe tidak berarti penyebab kembung sudah teratasi.
Kembung yang berlangsung lama tetap perlu dicari penyebabnya.
4. Memiliki aktivitas antioksidan
Jahe merah mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk gingerol, shogaol, paradol, flavonoid, dan senyawa lainnya.
Kajian khusus mengenai jahe merah menunjukkan adanya berbagai aktivitas biologis yang berpotensi memberikan efek antioksidan.
Antioksidan membantu tubuh menghadapi stres oksidatif, yaitu kondisi ketika produksi molekul reaktif melebihi kemampuan sistem pertahanan antioksidan tubuh.
Namun, istilah “antioksidan” sering disalahartikan.
Mengonsumsi jahe merah bukan berarti tubuh terbebas dari radikal bebas atau otomatis terlindungi dari semua penyakit.
Manfaat antioksidan lebih tepat dipahami sebagai salah satu bagian dari aktivitas biologis tanaman yang dapat mendukung pola hidup sehat.
5. Berpotensi membantu mengendalikan proses peradangan
Gingerol dan shogaol menjadi salah satu alasan jahe banyak diteliti dalam kaitannya dengan respons peradangan.
Kajian terhadap berbagai uji klinis jahe menemukan adanya bukti mengenai efek antiinflamasi, meskipun kualitas dan hasil penelitian berbeda-beda tergantung kondisi, dosis, serta bentuk sediaan yang digunakan.
Pada jahe merah secara khusus, penelitian juga menemukan aktivitas yang berkaitan dengan jalur inflamasi.
Bahkan, sebuah penelitian klinis di Indonesia pernah menguji Zingiber officinale var.
rubrum sebagai terapi tambahan pada pasien pneumonia.
Penelitian tersebut berukuran kecil dan tidak berarti jahe merah dapat menggantikan terapi medis standar, tetapi menunjukkan bahwa potensi biologis jahe merah masih terus diteliti.
Jadi, istilah yang lebih tepat adalah berpotensi mendukung, bukan “jahe merah menyembuhkan peradangan”.
6. Mendukung daya tahan tubuh melalui senyawa bioaktif
Jahe merah sering dipromosikan sebagai bahan alami untuk meningkatkan imun.
Memang, kajian ilmiah terhadap jahe merah menemukan aktivitas imunomodulator dalam berbagai penelitian.
Tetapi ada perbedaan penting antara:
“mendukung fungsi sistem imun”
dan
“meningkatkan kekebalan sehingga tidak mudah sakit.”
Sistem imun sangat kompleks.
Kesehatan daya tahan tubuh dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk:
- kecukupan protein;
- vitamin dan mineral;
- kualitas tidur;
- aktivitas fisik;
- stres;
- usia;
- kondisi kesehatan;
- serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.
Karena itu, jahe merah sebaiknya diposisikan sebagai bagian dari pola hidup sehat, bukan sebagai pengganti vaksin, obat, atau terapi dokter.
7. Berpotensi membantu kesehatan metabolik
Penelitian terhadap jahe juga menunjukkan potensi terhadap sejumlah parameter metabolik.
Dalam kajian sistematis terhadap uji klinis, manfaat jahe pada sindrom metabolik dan beberapa parameter metabolik termasuk salah satu bidang yang cukup banyak diteliti, meskipun hasil penelitian tidak semuanya konsisten dan kualitas bukti berbeda-beda.
Sementara itu, kajian khusus jahe merah melaporkan aktivitas yang berkaitan dengan efek antihiperglikemik dan antihiperlipidemik, terutama berdasarkan penelitian praklinis dan sejumlah bukti terbatas pada manusia.
Artinya, jahe merah menarik sebagai bahan pangan fungsional, tetapi belum tepat digunakan sebagai pengganti obat diabetes atau kolesterol.
Jika seseorang sedang mengonsumsi obat untuk gula darah, tekanan darah, atau kolesterol, penggunaan ekstrak atau suplemen jahe dalam dosis tinggi sebaiknya dibicarakan dengan tenaga kesehatan.
8. Membantu tubuh mendapatkan manfaat dari pola makan yang lebih sehat
Ini mungkin terdengar sederhana, tetapi justru penting.
Jahe merah dapat membuat makanan dan minuman sehat menjadi lebih menarik tanpa harus menambahkan banyak gula atau bahan ultra-proses.