BUNGKO NEWS — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan sejumlah kebijakan yang menjadi kabar baik bagi guru menjelang peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2026.
Salah satu poin pentingnya adalah kesempatan bagi guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2027.
Selain membuka kesempatan mengikuti seleksi, pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan pengabdian guru non-ASN.
Guru yang tidak lolos seleksi CPNS tidak serta-merta diberhentikan dari pekerjaannya.
Informasi tersebut disampaikan Abdul Mu’ti di Jakarta Pusat pada Selasa (27/10/2026), sebagaimana diberitakan sejumlah media nasional.
172 Ribu Guru Non-ASN Berpeluang Ikut Seleksi CPNS
Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa sekitar 172 ribu guru non-ASN yang masih aktif mengajar dan tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per Desember 2024 berkesempatan mengikuti seleksi CPNS untuk menjadi guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di pemerintah pusat.
Kesempatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menata status kepegawaian guru sekaligus memberikan jalur karier yang lebih jelas bagi tenaga pendidik non-ASN.
Namun, kesempatan tersebut bukan berarti seluruh guru honorer akan otomatis diangkat menjadi PNS.
Peserta tetap harus mengikuti proses seleksi dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah.
Dengan demikian, guru non-ASN yang berminat mengikuti seleksi perlu mempersiapkan dokumen administrasi serta meningkatkan kompetensi agar dapat bersaing ketika proses rekrutmen resmi dibuka.
Tidak Lulus CPNS Bukan Berarti Kehilangan Pekerjaan
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kebijakan ini adalah kepastian keberlanjutan pekerjaan guru non-ASN.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa guru non-ASN yang tidak lulus tes CPNS tetap berstatus sebagai guru non-ASN.
Artinya, kegagalan dalam seleksi tidak otomatis membuat mereka kehilangan pekerjaan sebagai tenaga pendidik.
Pemerintah juga tengah merumuskan aturan bersama kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat kepastian hukum mengenai keberlanjutan pengabdian guru non-ASN.
Regulasi tersebut diharapkan memiliki dasar hukum yang lebih kuat, sehingga tidak hanya mengandalkan surat edaran menteri.
Kebijakan ini penting untuk menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di sekolah, terutama satuan pendidikan yang masih membutuhkan tenaga guru non-ASN.
Guru PPPK Paruh Waktu Juga Mendapat Kabar Baik
Selain guru non-ASN, pemerintah turut menyiapkan kebijakan bagi guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Abdul Mu’ti menyampaikan rencana pengalihan status sebanyak 242.482 guru PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu mulai Januari 2027 tanpa mengikuti tes kembali.
Rencana tersebut menjadi bagian dari penataan status kepegawaian guru yang dilakukan pemerintah.
Meski demikian, pelaksanaan kebijakan tetap perlu mengacu pada ketentuan resmi dan mekanisme administrasi yang ditetapkan oleh instansi berwenang.
Guru perlu membedakan kebijakan pengalihan status PPPK paruh waktu dengan seleksi CPNS.
Keduanya memiliki mekanisme yang berbeda.
Apa yang Perlu Dipersiapkan Guru Non-ASN?
Bagi guru honorer yang ingin mengikuti seleksi CPNS 2027, ada sejumlah langkah yang dapat mulai dipersiapkan.
1. Memastikan data Dapodik sesuai
Guru perlu memeriksa kesesuaian data identitas, riwayat mengajar, satuan pendidikan, dan informasi kepegawaian yang tercatat dalam Dapodik.
2. Menyiapkan dokumen pendidikan
Ijazah, transkrip nilai, serta dokumen pendukung lainnya sebaiknya dipersiapkan sejak awal.
Persyaratan akhir tetap mengikuti pengumuman seleksi resmi.
3. Memantau pengumuman pemerintah
Informasi mengenai jadwal pendaftaran, jumlah formasi, batas usia, kualifikasi pendidikan, dan persyaratan administrasi harus merujuk pada pengumuman resmi pemerintah.
4. Meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan tes
Seleksi CPNS dilakukan melalui mekanisme yang berlaku.
Karena itu, calon peserta perlu mempersiapkan kemampuan akademik, kompetensi yang relevan, dan kelengkapan administrasi.
5. Tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi
Guru diimbau berhati-hati terhadap informasi yang menjanjikan kelulusan atau pengangkatan otomatis dengan imbalan tertentu.
Proses seleksi resmi tidak boleh disamakan dengan tawaran jasa yang menjamin kelulusan.
Kapan Pendaftaran CPNS Guru 2027 Dibuka?
Hingga informasi ini disusun, jadwal pendaftaran, rincian formasi, dan persyaratan lengkap seleksi CPNS guru 2027 perlu menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.
Karena itu, guru non-ASN sebaiknya tidak menganggap informasi mengenai kesempatan seleksi sebagai tanda bahwa pendaftaran sudah dibuka.
Calon peserta dapat memantau informasi melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian PANRB, serta portal resmi SSCASN Badan Kepegawaian Negara (BKN) di https://sscasn.bkn.go.id/.
Kesimpulan
Kabar mengenai kesempatan guru non-ASN mengikuti seleksi CPNS 2027 menjadi salah satu perhatian menjelang Hari Guru Nasional 2026.
Pemerintah menyampaikan bahwa sekitar 172 ribu guru non-ASN yang terdata dalam Dapodik per Desember 2024 berpeluang mengikuti seleksi untuk menjadi PNS pusat.
Guru yang tidak lulus seleksi juga disebut tetap dapat melanjutkan pengabdiannya sebagai guru non-ASN, sementara pemerintah menyiapkan regulasi untuk memperkuat kepastian hukum.
Di sisi lain, pemerintah menyampaikan rencana pengalihan status 242.482 guru PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu mulai Januari 2027 tanpa tes kembali.
Meski membawa harapan bagi tenaga pendidik, guru tetap perlu menunggu ketentuan resmi mengenai jadwal, formasi, persyaratan, dan mekanisme pelaksanaan setiap kebijakan.