Travel

Misteri Tersembunyi di Bawah Laut Salton dan Mengapa Ini Penting

Diperbarui 0 6 mnt baca 1,168 kata
Misteri Tersembunyi di Bawah Laut Salton dan Mengapa Ini Penting
Misteri Tersembunyi di Bawah Laut Salton dan Mengapa Ini Penting — Laut Salton tidak pernah dimaksudkan untuk ada

Bungko News

Di gurun California Selatan, terhampar sebuah danau yang lahir dari kecelakaan. Laut Salton—danau terbesar di California dengan luas 343 mil persegi—menyimpan lebih dari sekadar air asin yang menggenangi cekungan padang pasir. Di bawah permukaannya yang tenang dan di bawah dasar danau yang berlumpur, tersembunyi serangkaian misteri yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan: harta karun bernilai setengah triliun dolar, kota-kota hantu yang tenggelam, patahan gempa dahsyat, dan fenomena geologi yang bergerak dengan caranya sendiri.

Lahir dari Kesalahan, Dihantui oleh Misteri

Laut Salton tidak pernah dimaksudkan untuk ada. Pada tahun 1905, kanal irigasi yang mengalihkan air dari Sungai Colorado jebol, dan air membanjiri cekungan gurun yang kering selama hampir dua tahun penuh sebelum para insinyur berhasil menghentikannya. Danau yang terbentuk secara tidak sengaja ini kini terletak 234 kaki di bawah permukaan laut, menjadikannya salah satu danau terendah di dunia.

Namun, kecelakaan ini menciptakan sebuah laboratorium alami yang menyimpan rahasia- rahasia luar biasa.

Harta Karun "Emas Putih" di Dasar Danau

Pada akhir tahun 2023, para ilmuwan yang didanai oleh Departemen Energi AS membuat penemuan yang mengguncang dunia: sekitar 18 juta ton lithium—atau yang dijuluki "emas putih"—terkubur di bawah permukaan Laut Salton. Nilainya diperkirakan mencapai US$540 miliar.

Temuan ini menempatkan Laut Salton sebagai salah satu deposit lithium terbesar di dunia. Jumlah lithium yang terkandung di dalamnya cukup untuk membuat baterai bagi 382 juta kendaraan listrik—lebih banyak daripada jumlah kendaraan yang saat ini beredar di jalan-jalan Amerika Serikat.

Profesor geokimia Michael McKibben dari University of California, salah satu dari 22 penulis studi tersebut, menyatakan: "Ini adalah salah satu deposit lithium brine terbesar di dunia. Ini bisa membuat Amerika Serikat sepenuhnya swasembada lithium dan berhenti mengimpornya dari China." Gubernur California Gavin Newsom bahkan menyebut danau ini sebagai "Arab Saudi-nya lithium".

Namun, ekstraksi lithium dari kedalaman ribuan kaki di bawah permukaan bumi bukanlah tugas mudah. Proses ini memerlukan sumur produksi panas bumi dan berpotensi mempengaruhi 180.000 penduduk yang tinggal di dekat danau serta pasokan air dari Sungai Colorado. Ditambah lagi, Laut Salton sendiri sedang menyusut dengan cepat—permukaannya telah turun sekitar 4,1 meter sejak tahun 2002—menciptakan perlombaan melawan waktu antara ekstraksi sumber daya dan pelestarian ekosistem.

Kota yang Tenggelam dan Kapal Hantu dari Masa Lalu

Di bawah permukaan Laut Salton yang surut, tersembunyi sisa-sisa peradaban yang hilang. Kota Bombay Beach, yang pernah menjadi tujuan wisata populer pada tahun 1950-an yang menarik wisatawan dan selebriti, kini menjadi kota hantu dengan sebagian bangunannya terendam air. Jalan-jalan dan fondasi bangunan masih terlihat di dalam air, menjadi pengingat bisu akan kejayaan masa lalu yang sirna akibat meningkatnya salinitas dan kerusakan ekologi.

Lebih misterius lagi adalah legenda kapal galleon Spanyol abad ke-16 yang konon berlayar menyusuri Teluk California hingga ke wilayah yang kini menjadi Laut Salton. Menurut cerita, tanah longsor atau gosong pasir menghalangi jalur keluar kapal tersebut, memaksa awaknya meninggalkan kapal dan muatan berharganya, lalu berjalan keluar dari gurun. Saat air mengering, bangkai kapal perlahan tenggelam di bawah pasir yang bergeser.

Legenda lain menyebutkan adanya "Kapal Hilang di Gurun"—sebuah kapal harta karun yang terkubur di bawah pasir, dengan laporan penampakan di sekitar Laut Salton dan Lembah Imperial. Bahkan disebutkan bahwa puluhan pesawat militer hilang tanpa jejak di atas perairan selebar 35 mil ini.

Patahan Tersembunyi dan Masa Depan Gempa Bumi

Di bawah Laut Salton, terdapat patahan yang tersembunyi—sebuah patahan normal yang berinteraksi dengan Patahan San Andreas Selatan. Patahan yang baru dipetakan ini, yang kini dikenal sebagai Salton Trough Fault, selama ini tersembunyi karena terendam di bawah danau.

Apa yang terjadi di bawah Laut Salton dapat memberikan petunjuk tentang masa depan gempa bumi di California. Para ilmuwan menyelidiki interaksi dinamis antara Patahan San Andreas Selatan dan patahan normal di bawah laut, berusaha memahami bagaimana aktivitas di wilayah ini dapat memicu gempa besar. Sejarah menunjukkan bahwa Cekungan Salton telah mengalami siklus banjir dan kekeringan berulang kali selama ribuan tahun—dan setiap perubahan permukaan air tampaknya mempengaruhi aktivitas tektonik di bawahnya.

Fenomena yang Bergerak: Mata Air Lumpur Niland

Salah satu misteri paling aneh di kawasan Laut Salton adalah Mata Air Lumpur Niland, atau "The Slow One"—satu-satunya contoh di dunia dari sebuah lumpur panas yang bergerak.

Selama dekade terakhir, mata air lumpur ini perlahan bergeser ke arah barat daya, melintasi jalur kereta api, pipa, dan jalan raya di Imperial County, menyebabkan kerusakan signifikan dan biaya perbaikan yang besar. Penelitian terbaru dari Profesor Barry J. Hibbs dari Cal State LA mengungkapkan bahwa pergerakan ini terkait langsung dengan penyusutan Laut Salton: saat permukaan danau turun, air tanah di sekitar mata air berubah, mendorong mata air lumpur tersebut untuk bermigrasi dengan kecepatan yang sebanding dengan penurunan danau.

Sistem Panas Bumi yang Aktif

Laut Salton juga menjadi rumah bagi sistem panas bumi yang aktif, dengan ventilasi hidrotermal yang mengeluarkan gas dan air dari kedalaman bumi. Di lapangan Davis-Schrimpf, gas yang keluar dari ventilasi utama didominasi oleh CO₂ hingga 99%, dengan kontribusi metana (CH₄) yang lebih kecil. Sistem ini melepaskan sekitar 2.100 kg CO₂ dan 11,5 kg CH₄ per hari—sebuah kontribusi signifikan terhadap anggaran metana atmosfer global.

Penelitian tentang sistem ini membantu para ilmuwan memahami interaksi proses geokimia biotik dan abiotik dalam sistem hidrotermal yang terbawa sedimen.

Mengapa Ini Penting?

Misteri di bawah Laut Salton bukan sekadar cerita menarik—mereka memiliki implikasi nyata bagi masa depan:

  1. Kemandirian Energi AS: Deposit lithium senilai $540 miliar dapat mengakhiri ketergantungan Amerika pada impor lithium dari China dan mendukung transisi ke kendaraan listrik.

  2. Peringatan Ekologis: Laut Salton adalah tempat persinggahan kritis bagi burung-burung yang bermigrasi di Pacific Flyway, dengan lebih dari separuh burung yang menggunakan jalur migrasi ini kini singgah di Laut Salton. Penyusutan dan peningkatan salinitas danau mengancam keanekaragaman hayati yang luar biasa ini.

  3. Prediksi Gempa Bumi: Memahami patahan tersembunyi di bawah Laut Salton dapat membantu memprediksi gempa bumi besar di masa depan di California Selatan.

  4. Perubahan Iklim: Fenomena seperti "salt snow" yang terjadi di danau terminal—termasuk Laut Salton—berfungsi sebagai diabetes mineral yang merekam perubahan iklim selama berabad-abad dan membantu memprediksi bagaimana sistem pesisir bereaksi terhadap perubahan iklim dan peningkatan salinitas.

  5. Peringatan tentang Intervensi Manusia: Laut Salton adalah pengingat bahwa campur tangan manusia terhadap alam—bahkan yang tidak disengaja—dapat memiliki konsekuensi yang bertahan selama lebih dari satu abad.

Penutup

Laut Salton adalah paradox: sebuah danau yang lahir dari kesalahan manusia, kini menyimpan kunci bagi masa depan energi bersih, pemahaman tentang gempa bumi, dan pelajaran tentang kerapuhan ekosistem. Di bawah permukaannya yang asin dan berlumpur, tersembunyi harta karun, kota-kota yang tenggelam, kapal-kapal hantu, dan patahan yang mengancam—sebuah dunia bawah laut yang misterius yang terus berbicara kepada kita, selama kita mau mendengarkan.

Saat permukaan air terus menyusut dan rahasia-rahasia baru terus terungkap, satu hal menjadi jelas: apa yang terjadi di bawah Laut Salton tidak hanya penting bagi California, tetapi bagi dunia.

Berita Terkait