Berita

Jangan Tertipu! TASPEN Pastikan Tak Pernah Menawarkan Bantuan Tunai Rp130 Juta ke Pensiunan

Diperbarui 0 6 mnt baca 1,075 kata
Jangan Tertipu! TASPEN Pastikan Tak Pernah Menawarkan Bantuan Tunai Rp130 Juta ke Pensiunan
Jangan Tertipu! TASPEN Pastikan Tak Pernah Menawarkan Bantuan Tunai Rp130 Juta ke Pensiunan — PT TASPEN (Persero) pun buka...

Bungko NewsBelakangan ini, marak beredar informasi di media sosial dan aplikasi pesan singkat yang mengklaim adanya program bantuan khusus bagi para pensiunan dengan nilai fantastis mencapai Rp130 juta.

Informasi tersebut viral dan menimbulkan harapan sekaligus keresahan di kalangan pensiunan ASN di seluruh Indonesia.

PT TASPEN (Persero) pun buka suara.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan di berbagai kanal komunikasi digitalnya, TASPEN menegaskan bahwa kabar tersebut adalah hoaks dan termasuk modus penipuan siber yang mencatut nama perusahaan.

Viral Klaim Bantuan Pensiunan Rp130 Juta

Informasi yang beredar luas di TikTok dan WhatsApp umumnya dikemas dalam bentuk video pendek dengan narasi suara yang terdengar sangat meyakinkan.

Dalam video hoaks tersebut, narator menyampaikan kalimat khas yang sama:

"Assalamualaikum Bapak, Ibu. Kami kabarkan telah tersedia program bantuan bagi para pensiunan di Indonesia. Daftar hari ini cair hari ini juga."

Janji “cair hari ini juga” ini sengaja digunakan oleh pelaku kejahatan siber untuk menciptakan rasa urgensi (sense of urgency), sehingga calon korban cenderung tergesa-gesa mengikuti instruksi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Korban kemudian diarahkan untuk mendaftarkan diri melalui nomor WhatsApp atau tautan tertentu yang diberikan oleh pelaku.

Selain itu, klaim “bantuan Rp130 juta” juga mencuat bersamaan dengan program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL) TASPEN dan Bank Mandiri Taspen yang nyata adanya di Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu program Bedah Rumah Layak Huni senilai total Rp130 juta yang disalurkan untuk masyarakat kurang mampu di Manggarai. Informasi soal program bedah rumah yang sah ini kemudian dipelintir oleh pihak tidak bertanggung jawab menjadi narasi “bantuan tunai pensiunan” yang menyesatkan.

Klarifikasi Resmi TASPEN

Menghadapi situasi ini, PT TASPEN (Persero) segera merespons melalui kanal komunikasi resmi perusahaan, termasuk akun Instagram @taspen.

Dalam pernyataannya, TASPEN dengan tegas menyatakan bahwa video dan informasi yang beredar tersebut sepenuhnya adalah berita bohong yang mencatut nama institusi.

“Waspada berita hoax seperti ini ya Sobat,” tulis pihak TASPEN dalam pernyataan resminya. “Tidak semua yang terlihat di media sosial itu valid.”

TASPEN juga menegaskan bahwa hingga saat ini, pihaknya maupun pemerintah tidak memiliki program resmi terkait bantuan dana khusus bagi pensiunan sebagaimana yang beredar di media sosial.

Meski demikian, perusahaan tetap fokus menjalankan program-program resmi yang sudah berjalan, yakni Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Tabungan Hari Tua (THT), Program Pensiun, serta Program Jaminan Kematian (JKM).

Modus Penipuan yang Sering Digunakan

TASPEN juga mengidentifikasi beberapa modus penipuan yang kerap digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab dalam menjalankan aksinya.

Berikut adalah modus-modus yang perlu diwaspadai:

1. Phishing melalui Tautan Bodong

Pelaku meminta peserta untuk mengklik tautan atau mengunduh aplikasi palsu yang mengaku sebagai aplikasi resmi TASPEN.

Tautan ini dapat mengarahkan peserta ke situs palsu yang menyerupai tampilan aplikasi resmi dan merekam data pribadi seperti nomor rekening, NIP, NIK, hingga PIN atau OTP.

Catatan: Proses autentikasi hanya dilakukan melalui aplikasi Andal by TASPEN yang diunduh secara resmi hanya dari Play Store (Android) dan App Store (iOS). Tautan resmi TASPEN hanya taspen.co.id dan andal.taspen.co.id .

2. Janji Kenaikan Tunjangan atau Bonus Fiktif

Pelaku menjanjikan kenaikan gaji pensiun, bonus tahunan, dividen, atau dana rapel.

Narasi ini dibangun meyakinkan dengan tekanan psikologis agar peserta segera mengakses tautan yang disediakan, yang sebenarnya adalah upaya peretasan.

TASPEN menegaskan bahwa pencairan gaji pokok mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2024 yang mengatur penyesuaian pokok pensiun dengan kenaikan 12 persen, dan tidak ada perubahan skema maupun tambahan dana di luar ketetapan resmi pemerintah.

3. Surat Tugas dan Edaran Palsu

Penipu juga menggunakan dokumen palsu yang dirancang menyerupai surat resmi TASPEN, lengkap dengan logo perusahaan, kop surat, tanda tangan, hingga barcode.

Dokumen ini kerap disertai ancaman penghentian manfaat jika tidak segera menindaklanjuti instruksi.

4. Modus Verifikasi dan Pembaruan Data

Penipu menghubungi peserta dengan mengaku sebagai karyawan TASPEN, lalu meminta peserta melakukan pembaruan data pribadi melalui tautan yang dikirimkan melalui WhatsApp, SMS, atau saluran komunikasi lain.

Jika diklik, tautan tersebut dapat membahayakan keamanan data pribadi dan finansial.

5. Modus Pengembalian Dana

TASPEN menegaskan bahwa tidak ada pengembalian dana dalam bentuk apapun yang diminta kepada peserta.

Seluruh layanan program TASPEN diberikan tanpa pungutan biaya alias gratis. Apabila ada pihak yang mengatasnamakan TASPEN dan memberikan informasi terkait pengembalian dana, dapat dipastikan itu adalah penipuan.

Saluran Informasi Resmi TASPEN

TASPEN mengimbau seluruh peserta untuk selalu mengakses informasi melalui kanal-kanal resmi perusahaan saja.

Berikut adalah saluran yang dapat diandalkan:

 
 
Kanal Resmi Keterangan
Situs web resmi www.taspen.co.id dan andal.taspen.co.id
Media sosial resmi Instagram @taspen, @taspen.tasik
Call center 1500 919
Email resmi [email protected]
Layanan TCARE tcare.taspen.co.id
Kantor cabang TASPEN Di seluruh Indonesia

 

TASPEN menegaskan bahwa tidak pernah memungut biaya layanan atau meminta data pribadi tambahan melalui kanal tidak resmi dalam seluruh proses pelayanan.

Seluruh layanan perusahaan bersifat gratis.

Ingat Prinsip #TahanPastikanLaporkan

Sebagai langkah preventif, TASPEN memperkenalkan sebuah protokol keamanan digital yang mudah diingat bagi setiap pensiunan maupun keluarga pendamping, yang diringkas dalam tagar edukatif: #TahanPastikanLaporkan.
1. Tahan – Jangan langsung percaya pesan atau surat yang mengatasnamakan TASPEN.

Jangan tergesa-gesa, terutama jika ada janji keuntungan instan atau ancaman penghentian manfaat.
2. Pastikan – Periksa kebenaran informasinya melalui kanal resmi TASPEN: media sosial @taspen, Call Center 1500919, atau kantor cabang terdekat.
3. Laporkan – Jika ada indikasi penipuan, segera laporkan ke pihak berwenang atau kanal pengaduan resmi TASPEN di Call Center 1500919.

Jangan Jadi Korban: Pesan Penting TASPEN

Direktur Utama TASPEN, Rony Hanityo Aprianto, sebelumnya menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya kasus penipuan digital yang menyasar para pensiunan, khususnya yang kurang familiar dengan teknologi digital.

Pelaku memanfaatkan kerentanan ini dengan berbagai modus yang semakin canggih.

TASPEN mengingatkan bahwa setiap pengumuman mengenai bantuan atau kebijakan baru akan dipublikasikan secara transparan melalui situs web resmi dan kanal media sosial resmi perusahaan. Tidak ada program bantuan tunai khusus yang diumumkan melalui pesan pribadi atau video viral yang tidak diverifikasi.

“Jangan pernah memberikan data pribadi atau melakukan registrasi melalui nomor yang tidak resmi, karena hal ini dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk merugikan Anda.” 

Jika Anda atau keluarga Anda menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan TASPEN, segera abaikan.

Jangan klik tautan apa pun.

Jangan bagikan data pribadi.

Jangan transfer uang.

Verifikasi selalu melalui kanal resmi, dan bagikan informasi ini kepada sesama pensiunan agar mereka tidak menjadi korban.

Berita Terkait