Beberapa orang bahkan langsung merasakan efeknya dalam hitungan menit.
Dampaknya akan lebih terasa pada mereka yang memiliki riwayat maag atau GERD, karena sistem pencernaannya lebih sensitif terhadap stimulasi kafein.
6. Mood Tidak Stabil Akibat "Kafein Crash"
Efek energi instan dari kafein sering membuat orang merasa lebih bersemangat dan waspada.
Namun, yang sering terlupakan adalah "crash" atau penurunan energi yang datang setelahnya.
Ketika efek stimulan kafein mulai hilang, tubuh mengalami penurunan energi yang cukup signifikan.
Fenomena ini dapat membuat mood naik-turun dalam waktu singkat.
Anda bisa saja merasa sangat bersemangat di pagi hari, tetapi kemudian menjadi lesu, mudah marah, dan kurang berenergi menjelang siang.
Jika pola ini terjadi setiap hari, kestabilan emosi jangka panjang dapat terganggu.
7. Nafsu Makan Berubah Tanpa Disadari
Kafein diketahui dapat menekan nafsu makan dalam jangka waktu singkat.
Hal ini membuat seseorang merasa tidak lapar hingga beberapa jam setelah minum kopi, terutama jika dikonsumsi di pagi hari.
Namun, ketika efeknya mulai memudar, tubuh akan membalas dengan rasa lapar yang lebih kuat.
Kondisi ini sering membuat pola makan menjadi tidak teratur: makan terlalu sedikit di pagi hari, lalu "balas dendam" dengan makan berlebihan di malam hari.
Pola ini secara perlahan dapat memengaruhi kesehatan metabolisme dan berat badan.
8. Tubuh Menjadi Mudah Dehidrasi
Kafein memiliki sifat diuretik, artinya ia membuat Anda lebih sering buang air kecil.
Meskipun penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kopi sedang tidak menyebabkan dehidrasi signifikan pada orang yang terbiasa, jika asupan air putih tidak seimbang, tubuh tetap berisiko mengalami dehidrasi ringan.
Tanda-tandanya meliputi bibir kering, pusing ringan, kepala terasa berat, dan penurunan konsentrasi.
Dehidrasi membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan cairan, sehingga energi pun lebih cepat terkuras.