Memasuki awal triwulan ketiga atau bulan Juli 2026, pemerintah kembali melanjutkan penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang memenuhi syarat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bulan ini menandai dimulainya pencairan bansos tahap ketiga untuk sejumlah program utama, yang berlangsung untuk periode Juli hingga September 2026.
Penyaluran bansos dilakukan secara bertahap kepada masyarakat berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemerintah bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah daerah terus memperbarui data ini secara berkala.
Bahkan, berdasarkan hasil pemutakhiran triwulan II 2026, terdapat sekitar 470.000 KPM baru yang masuk dalam data penerima.
Lantas, bansos apa saja yang cair pada Juli 2026? Berapa besar nominal yang diterima? Dan bagaimana cara mengecek status penerima? Berikut ulasan lengkapnya.
Jadwal Pencairan Bansos Juli 2026
Pemerintah menetapkan jadwal penyaluran bansos PKH dan BPNT tahun 2026 secara bertahap per tiga bulan sekali. Secara keseluruhan, pencairan bansos sepanjang tahun 2026 dibagi dalam empat tahap:
-
Tahap 1: Januari – Maret 2026
-
Tahap 2: April – Juni 2026
-
Tahap 3: Juli – September 2026
-
Tahap 4: Oktober – Desember 2026
Khusus untuk tahap ketiga, proses penyerahan data nama-nama penerima dari BPS ke Kementerian Sosial dijadwalkan mulai pada 10 Juli 2026.
Untuk pencairan, jadwalnya berbeda tergantung saluran penyaluran:
| Saluran Penyaluran | Perkiraan Jadwal Pencairan |
|---|---|
| Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN) | 10 – 31 Juli 2026 |
| PT Pos Indonesia | 15 Juli – 5 Agustus 2026 |
Perlu dicatat, jadwal pencairan di setiap daerah dapat berbeda, tergantung proses penyaluran di masing-masing wilayah.
Daftar Bansos dan Nominal yang Cair Juli 2026
1. Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH merupakan bantuan tunai bersyarat bagi keluarga miskin dan rentan yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4 pada DTSEN. Program ini telah berjalan sejak 2007 dan bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin serta kelompok rentan.
PKH memasuki penyaluran tahap ketiga untuk periode Juli–September 2026. Besaran bantuan berbeda sesuai kategori penerima:
| Kategori Penerima | Nominal per Tahap | Nominal per Tahun |
|---|---|---|
| Ibu hamil | Rp750.000 | Rp3.000.000 |
| Anak usia dini (0-6 tahun) | Rp750.000 | Rp3.000.000 |
| Siswa SD/sederajat | Rp225.000 | Rp900.000 |
| Siswa SMP/sederajat | Rp375.000 | Rp1.500.000 |
| Siswa SMA/SMK/sederajat | Rp500.000 | Rp2.000.000 |
| Penyandang disabilitas berat | Rp600.000 | Rp2.400.000 |
| Lansia (60 tahun ke atas) | Rp600.000 | Rp2.400.000 |
| Korban pelanggaran HAM berat | Rp2.700.000 | Rp10.800.000 |
Target penerima PKH tahap ketiga ini mencapai 10 juta KPM di seluruh Indonesia.
2. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) / Program Sembako
BPNT atau Program Sembako juga memasuki penyaluran tahap ketiga.
Program ini menyasar keluarga miskin yang masuk kategori desil 1 hingga 4 dalam DTSEN.
Setiap KPM penerima BPNT memperoleh bantuan senilai Rp200.000 per bulan.
Karena pencairan dilakukan setiap tiga bulan sekali, masyarakat menerima Rp600.000 sekaligus untuk periode Juli–September 2026.
Target penerima BPNT tahap ketiga ini mencapai 18,6 juta KPM di seluruh Indonesia.
3. Bantuan Pangan Beras
Selain bantuan tunai, pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Pangan Beras melalui Perum Bulog bekerja sama dengan pemerintah daerah. Pada periode ini, setiap penerima akan memperoleh:
-
20 kilogram beras
-
4 liter minyak goreng MinyaKita
Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 33,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) resmi diperpanjang untuk periode tiga bulan ke depan, mulai Juli hingga September 2026.
4. Program Indonesia Pintar (PIP)
Program Indonesia Pintar (PIP) terus disalurkan pada Juli 2026 untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan. PIP kini memasuki penyaluran termin kedua yang dijadwalkan bergulir dari Mei hingga September 2026.
Dana bantuan disalurkan melalui rekening Simpanan Pelajar (SimPel). Siswa maupun orang tua dapat mengecek status penerima melalui laman SIPINTAR atau menanyakan langsung kepada pihak sekolah maupun bank penyalur.
5. KIP Kuliah
Bagi mahasiswa, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah juga memasuki periode pencairan biaya hidup semester genap (Maret–Agustus 2026). Mahasiswa penerima akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan yang dibayarkan ke kampus, serta biaya hidup tunai mulai dari Rp800.000 hingga Rp1.250.000 per bulan (sesuai kluster wilayah).
6. Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK)
PBI-JK juga termasuk dalam program bantuan yang terus disalurkan pada Juli 2026 bagi masyarakat yang memenuhi syarat.
Cara Mengecek Status Penerima Bansos Juli 2026
Masyarakat dapat melakukan pengecekan status penerima bansos secara mandiri melalui dua kanal resmi Kementerian Sosial (Kemensos):
A. Melalui Website Cek Bansos Kemensos
Langkah-langkahnya:
-
Buka laman resmi Cek Bansos Kemensos via tautan https://cekbansos.kemensos.go.id
-
Masukkan 16 digit Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP
-
Isi kode captcha yang tersedia
-
Klik tombol "Cari Data"
-
Sistem akan menampilkan status penerima bantuan, kategori desil, serta jenis bansos yang diterima
Perlu diketahui, situs cekbansos.kemensos.go.id telah mengalami perubahan tampilan.
Sebelumnya, penerima perlu memasukkan nama lengkap beserta alamat domisili, namun saat ini sudah tidak lagi.
B. Melalui Aplikasi Cek Bansos
Selain melalui website, masyarakat juga dapat menggunakan aplikasi resmi Kemensos:
-
Unduh aplikasi Cek Bansos melalui Play Store (Android) atau App Store (iOS)
-
Buka aplikasi dan buat akun terlebih dahulu (jika belum memiliki)
-
Pilih menu "Cek Bansos"
-
Masukkan NIK
-
Klik "Cari Data"
-
Informasi mengenai status penerima bantuan dan kategori desil akan muncul secara otomatis
Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat melihat status penerimaan berbagai bantuan seperti Program Sembako, PKH, PBI-JK, BLTS, bantuan yatim piatu, hingga bantuan permakanan.
Kriteria dan Syarat Penerima Bansos
Penentuan penerima bansos didasarkan pada sistem desil, yakni pengelompokan masyarakat ke dalam 10 kategori berdasarkan tingkat kesejahteraan.
Semakin rendah desil, semakin tinggi prioritasnya untuk menerima bantuan sosial dari pemerintah.
Berikut kriteria penerima bansos tahap ketiga:
-
Masih berada di desil 1 sampai desil 4 (untuk PKH dan BPNT)
-
Terdaftar aktif di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada periode tahap ketiga
-
Tidak tereksklusi dari bansos di tahap sebelumnya
-
Data sudah melalui proses verifikasi dan validasi
Penentuan zonasi desil tidak hanya diukur berdasarkan variabel pendapatan semata, melainkan dihitung komprehensif berdasarkan kelayakan fisik perumahan (dinding, lantai, atap), kepemilikan aset/kendaraan, fasilitas sanitasi, penerangan, hingga jumlah beban tanggungan anggota keluarga.
Hal yang Perlu Diperhatikan
-
Status penerima bisa berubah setelah adanya proses pemutakhiran data oleh pemerintah. Masyarakat disarankan untuk secara rutin mengecek status penerimaannya.
-
Pencairan tidak selalu serentak di semua daerah. Jadwal di setiap wilayah dapat berbeda tergantung proses penyaluran.
-
Pastikan data diri valid. Pencairan bansos tetap bergantung pada proses validasi data, sehingga KPM diminta memastikan seluruh data diri telah benar dan terupdate.
-
Waspada terhadap penipuan. Selalu gunakan kanal resmi Kemensos untuk mengecek status bansos dan jangan pernah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dengan mengetahui jadwal, nominal, dan cara cek status penerima, masyarakat dapat lebih siap menyambut pencairan bansos tahap ketiga yang mulai bergulir pada Juli 2026.
Jangan lupa untuk secara rutin mengecek status penerimaan melalui kanal resmi Kementerian Sosial agar tidak ketinggalan informasi penting.