Pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 3 tahun 2026 terus berlangsung secara bertahap.
Memasuki pertengahan Agustus 2026, gelombang pencairan baru kembali dilaporkan masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) para penerima manfaat di sejumlah bank penyalur.
Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan penyaluran bantuan tahap 3 yang mencakup periode Juli–September 2026 ini selesai pada Agustus 2026.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyampaikan bahwa proses penyaluran bansos triwulan ketiga terus berjalan.
"Hingga 5 Agustus 2026, sudah lebih dari 7 juta KPM yang disalurkan untuk PKH dan lebih dari 12 juta KPM untuk bantuan pangan non-tunai atau bantuan sembako," kata Gus Ipul dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta.
Secara keseluruhan, target penerima BPNT pada triwulan III 2026 mencapai 18,25 juta KPM, sedangkan target penerima PKH mencapai 10 juta KPM.
Pencairan PKH Tahap 3
Berdasarkan laporan dari sejumlah KPM, berikut rincian pencairan PKH tahap 3 yang telah terpantau:
Bank BRI:
-
KKS BRI terpantau mencairkan PKH tahap 3 dengan nominal Rp1.100.000 untuk KKS baru.
-
Terdapat juga pencairan sebesar Rp375.000 yang telah menyusul cair.
-
KKS BRI terbitan 2018 tercatat melakukan penarikan tunai sebesar Rp225.000 untuk komponen anak sekolah jenjang SD pada 18 Agustus sekitar pukul 09.15.
-
Selain itu, terdapat transaksi sebesar Rp973.000 yang berkaitan dengan komponen balita dan anak SD.
Bank BNI:
-
PKH tahap 3 Bank BNI terpantau cair dengan nominal Rp373.000.
-
Pencairan juga terpantau untuk komponen anak SD sebesar Rp225.000.
-
KPM lainnya melalui Bank BNI menerima saldo Rp1.343.000 dengan komponen lebih lengkap.
Bank Mandiri dan BSI:
-
Pencairan PKH juga terlihat di Bank Mandiri dengan kisaran nominal Rp964.000 hingga Rp1,46 juta.
-
Untuk Bank BSI, khususnya di wilayah Aceh, pencairan PKH dengan nominal Rp975.000 (komponen balita dan SD) hingga Rp1,2 juta sudah masuk.
Pencairan BPNT Tahap 3
Kabar gembira juga datang dari sektor BPNT.
Saldo Rp600.000 mulai terpantau masuk ke KKS Bank BNI pada 18 Agustus 2026 sekitar pukul 04.44.
Nominal tersebut merupakan akumulasi bantuan BPNT untuk tiga bulan (Juli–September 2026) dengan indeks Rp200.000 per bulan.
Dana tersebut dapat ditarik melalui agen Brilink dengan hasil bersih sekitar Rp585.000 setelah adanya potongan biaya administrasi.
Pencairan BPNT tahap 3 ini menjadi sinyal positif bahwa penyaluran mulai menemui titik terang menyusul program PKH.
Bantuan Beras 30 Kg
Selain bantuan tunai, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras 30 kilogram untuk alokasi tiga bulan (10 kg per bulan).
Surat undangan pengambilan beras 30 kg untuk wilayah Aceh telah mulai dibagikan, dengan jadwal pengambilan pada hari Senin, 24 Agustus 2026.
Bantuan beras 30 kg ini mulai disalurkan secara serentak di berbagai wilayah.
KPM yang menerima surat undangan diimbau untuk membawa surat undangan asli, KTP, dan Kartu Keluarga (KK) saat mengambil bantuan.
Imbauan untuk KPM
Kemensos mengimbau para Keluarga Penerima Manfaat untuk tetap tenang dan tidak panik bagi yang bantuannya belum masuk.
Proses penyaluran bansos tidak berlangsung serentak untuk seluruh KPM.
Ada penerima yang lebih dulu mendapatkannya, ada pula yang menyusul.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
-
Cek rekening secara berkala – cukup satu atau dua kali sehari. Terlalu sering mengecek tidak mempercepat pencairan.
-
Pastikan status kepesertaan aktif – bansos hanya cair ke KPM yang masih terdaftar aktif di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
-
Pastikan rekening KKS aktif dan tidak bermasalah – rekening pasif, kartu rusak, atau kesalahan data dapat membuat saldo tertahan.
-
Gunakan fitur mobile banking masing-masing bank Himbara untuk memastikan dana masuk sebelum melakukan penarikan.
-
Cek status penerima secara mandiri melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Pemerintah melalui Kemensos memastikan bahwa penyaluran bansos tahap 3 akan terus berproses hingga seluruh target penerima terpenuhi pada akhir Agustus 2026.
Bagi yang sudah menerima, selamat menikmati bantuan.
Bagi yang belum, mohon bersabar karena pencairan dilakukan secara bertahap.