Bungko News – JAKARTA – Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap persebaran informasi palsu atau hoaks terkait pembukaan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) tahun anggaran 2026.
Sejak pertengahan Januari 2026, narasi yang mengeklaim bahwa pendaftaran telah dibuka mulai 1 Januari hingga 28 Februari 2026 marak beredar di platform media sosial seperti TikTok, Facebook, dan pesan berantai WhatsApp.
Namun, pihak berwenang memastikan bahwa informasi tersebut adalah salah atau hoaks.
Kemenag Tegaskan Belum Ada Rekrutmen Resmi
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenag, Wawan Djunaedi, secara resmi membantah klaim yang beredar.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, Kementerian Agama belum merilis jadwal resmi maupun membuka link pendaftaran untuk seleksi ASN 2026.
"Informasi yang beredar di media sosial terkait pendaftaran CPNS dan PPPK atas nama Kemenag yang dibuka Januari ini adalah hoaks. Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tautan yang tidak jelas sumbernya," ujar Wawan dalam keterangan pers resmi (24/1/2026).
Senada dengan Kemenag, Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh juga menyatakan bahwa pemerintah pusat belum memulai tahapan seleksi nasional.
Jadwal seleksi biasanya menunggu penetapan formasi dari Kementerian PANRB yang umumnya diumumkan secara terpusat.
Modus Phishing dan Pencurian Data Pribadi
Informasi palsu yang beredar sering kali disertai dengan tautan (link) yang mengarahkan calon pelamar ke situs web tidak resmi.
Situs-situs ini kerap meminta data sensitif seperti:
- Nomor Induk Kependudukan (NIK)
- Nomor Kartu Keluarga (KK)
- Alamat lengkap dan nomor telepon aktif
- Bahkan permintaan untuk bergabung ke grup Telegram tertentu dengan janji kelulusan.
Pakar keamanan siber memperingatkan bahwa tautan tersebut merupakan modus phishing yang bertujuan mencuri data pribadi untuk kepentingan ilegal atau penipuan finansial.