Berita

Kabar Bahagia! Jutaan KPM Siap Terima Hingga 7 Bansos Sekaligus, Pencairan Besar-besaran Dimulai Oktober 2025

Admin Utama Diperbarui 0 4 menit 2 halaman
Kabar Bahagia! Jutaan KPM Siap Terima Hingga 7 Bansos Sekaligus, Pencairan Besar-besaran Dimulai Oktober 2025
Memasuki bulan Oktober 2025, jutaan KPM di seluruh Indonesia akan menerima kabar gembira berupa pencairan bansos besar-besaran. Bagi KPM yang masuk kategori penerima PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai), ada potensi menerima hingga lima saldo bantuan tunai plus dua bantuan barang kebutuhan pokok (sembako). Pencairan beruntun ini terjadi karena adanya akumulasi penyaluran tahap sebelumnya yang masih berjalan (susulan) ditambah alokasi tahap terbaru. Berikut adalah rincian 5 saldo bantuan tunai yang berpotensi diterima oleh KPM PKH plus BPNT di bulan Oktober 2025: 1. Saldo PKH Tahap 2 (Periode April-Juni), bagi KPM yang belum cair. 2. Saldo BPNT Tahap 2 (Periode April-Juni), bagi KPM yang belum cair. 3. Saldo Penebalan BPNT senilai Rp400.000 (Periode Juni-Juli). 4. Saldo PKH Tahap 3/4 (Bisa berupa sisa tahap 3 atau memasuki tahap 4 alokasi Oktober-Desember 2025). 5. Saldo BPNT Tahap 3 (Periode Juli-September 2025). Selain saldo tunai, KPM juga dijadwalkan menerima bantuan barang (sembako) tambahan, yaitu: 6. Beras 10 kg. 7. Minyak Goreng (berpotensi hingga 4 liter atau sesuai skema distribusi). Bantuan paket sembako ini direncanakan diberikan kepada 18,27 juta KPM melalui Badan Pangan Nasional yang bekerja sama dengan Bulog. Penyaluran bantuan ini dijadwalkan dilakukan secara bertahap mulai awal hingga akhir Oktober 2025. Penting untuk Dicatat: Pendamping sosial mengingatkan bahwa tidak semua KPM akan mendapatkan keberuntungan yang sama. KPM PKH Murni hanya akan menerima bantuan PKH, KPM BPNT Murni hanya menerima bantuan sembako/BPNT, sementara KPM PKH plus BPNT adalah yang paling beruntung karena menerima kombinasi bantuan secara beriringan.

Transformasi Digital: Uji Coba Pendaftaran Bansos Langsung di Banyuwangi

Dalam upaya memastikan bantuan sosial lebih tepat sasaran, cepat, dan transparan, pemerintah tengah menguji coba sistem digitalisasi Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) bantuan sosial di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Uji coba ini merupakan langkah awal menuju transformasi digital layanan publik, memanfaatkan teknologi seperti identitas digital dan pembayaran digital. Dengan sistem baru ini, masyarakat diharapkan dapat mendaftar bantuan sosial langsung melalui portal Perlinsos tanpa perantara. Uji coba ini menargetkan sekitar 640.000 keluarga dari kelompok ekonomi terbawah. Bagi masyarakat yang tidak memiliki ponsel, petugas PKH dan TKSK akan disiagakan untuk membantu proses pendaftaran. Banyuwangi dipilih sebagai pilot project karena kesiapan digitalnya, dan jika evaluasi berhasil, program ini akan diperluas ke seluruh Indonesia. ***

Hak Cipta Dilindungi. Dilarang keras mengutip, menyalin, atau mereproduksi sebagian maupun seluruh isi artikel ini untuk tujuan komersial, termasuk pembuatan konten media sosial, tanpa izin tertulis dari Redaksi.

Bagikan

Komentar

0/500

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Terkait