Bungko News – Amerika Serikat dilaporkan mulai menarik sebagian armada pesawat pengisian bahan bakar udaranya dari Israel, menyusul tercapainya kesepahaman antara Washington dan Teheran yang membuka jalan bagi penghentian konflik di kawasan Timur Tengah.
Langkah penarikan ini menjadi sinyal kuat bahwa AS mulai mengurangi dukungan militernya terhadap Israel setelah berbulan-bulan ditempatkan di Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv.
Penarikan 20 Persen Armada Tanker
Media Israel, Channel 12, pada Selasa (16/6/2026) mengungkapkan bahwa sekitar 20 persen dari total 72 pesawat tanker milik AS akan dipindahkan dari Bandara Ben Gurion dalam waktu dekat.
Sebagian pesawat tanker tersebut telah terlihat terbang meninggalkan Bandara Ben Gurion pada 15 Juni 2026, setelah Iran dan AS secara resmi mengonfirmasi nota kesepahaman untuk mengakhiri perang.
Keputusan ini disebut sebagai bagian dari penyesuaian postur militer AS di Timur Tengah setelah meningkatnya peluang penghentian konflik dengan Iran.
Sebelumnya, AS telah memberi tahu Israel bahwa jika kesepakatan dengan Iran tercapai, Washington akan "segera" menarik pesawat-pesawat militernya yang ditempatkan di pangkalan dekat Tel Aviv.
Dampak pada Operasional Bandara Ben Gurion
Kehadiran puluhan pesawat tanker militer AS selama beberapa bulan terakhir telah menyebabkan kepadatan parah di area parkir Bandara Ben Gurion, yang merupakan gerbang penerbangan internasional utama Israel.
Bahkan, bandara tersebut diperkirakan kehilangan hingga 18 juta penumpang dan mengalami kerugian sekitar 700 juta shekel atau setara Rp4,4 triliun dalam dua bulan terakhir akibat dominasi aktivitas pesawat militer AS.