Bungko News – Menjelang Tahun Ajaran 2026/2027, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan pembekalan kepada para Kepala Sekolah Rakyat dengan menekankan dua fondasi utama: empati dan integritas. Pesan tersebut disampaikan dalam Rapat Konsolidasi dan Pembekalan Kepala Sekolah Rakyat serta Open House bersama orang tua dan calon siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (6/7).
Pembelajaran dan Empati Sosial
Dalam arahannya, Gus Ipul menekankan pentingnya penguatan pembelajaran yang dibarengi dengan pembangunan empati sosial di lingkungan sekolah. Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian. “Ini bekal saya untuk para kepala sekolah, penguatan pembelajaran dan empati sosial,” kata Mensos.
Gus Ipul juga mengingatkan bahwa kepala sekolah memegang peran sentral sebagai pemimpin tertinggi di sekolah.
Mereka dituntut hadir sepenuhnya bagi siswa, guru, maupun lingkungan. “Kepala sekolah adalah kompas moral ketika siswa kehilangan arah,” ujarnya. Kepala sekolah tidak cukup hanya mengelola, tetapi juga harus mampu menggerakkan perubahan, menjadi teladan, sekaligus sumber semangat.
Pengelolaan Sekolah Berasrama
Mengingat Sekolah Rakyat menerapkan sistem asrama, Gus Ipul meminta pengelolaan sekolah berasrama diperkuat melalui tata kelola yang baik dan prosedur penanganan aduan yang jelas. Dalam pengelolaannya, Kementerian Sosial bekerja sama dengan Taruna Nusantara.