Berita

Gaji TNI/Polri Naik di 2026? Ini Kata Mensesneg Prasetyo Hadi soal Kesejahteraan Aparatur

Diperbarui 0 5 mnt baca 887 kata 3 halaman
Gaji TNI/Polri Naik di 2026? Ini Kata Mensesneg Prasetyo Hadi soal Kesejahteraan Aparatur
Gaji TNI/Polri Naik di 2026? Ini Kata Mensesneg Prasetyo Hadi soal Kesejahteraan Aparatur — Prasetyo Hadi menegaskan bahwa...

Bungko NewsIsu kenaikan gaji prajurit TNI dan anggota Polri kembali menjadi perbincangan hangat setelah Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan sinyal kuat mengenai pentingnya peningkatan kesejahteraan aparatur negara.

Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, angkat bicara merespons peluang kenaikan gaji bagi personel TNI dan Polri di masa pemerintahan Prabowo Subianto.

Prabowo: TNI dan Polri Butuh Gaji Layak

Sinyal kenaikan gaji ini bermula dari pidato Presiden Prabowo Subianto dalam puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12/7/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo secara tegas menyatakan bahwa tentara dan polisi perlu menerima gaji yang layak agar tidak ada lagi anggota TNI-Polri yang memeras rakyat.

“Guru-guru butuh gaji yang baik, dokter-dokter, perawat-perawat butuh gaji yang baik, tentara dan polisi butuh gaji yang baik supaya mereka tidak memeras dari rakyat.

Pegawai negeri butuh gaji yang baik supaya mereka tidak korupsi,” ujar Prabowo dalam kesempatan tersebut.

Pernyataan presiden ini langsung memicu pertanyaan publik: akankah pemerintahan Prabowo segera merealisasikan kenaikan gaji bagi TNI dan Polri?

Istana Buka Peluang, Namun Tetap Hitung Kemampuan Fiskal

Menanggapi pertanyaan tersebut, Prasetyo Hadi memberikan pernyataan yang cukup jelas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (15/7/2026).

Ia menegaskan bahwa pemerintah pada dasarnya memiliki keinginan besar untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh aparatur negara, tidak hanya TNI dan Polri.

“Sesungguhnya kita ingin semuanya membaik ya, tidak hanya TNI maupun Polri kan,” kata Prasetyo kepada awak media.

Namun demikian, Prasetyo menjelaskan bahwa kenaikan gaji merupakan bentuk apresiasi bagi TNI dan Polri dalam menjalankan tugasnya, tetapi kebijakan tersebut baru dapat terealisasi dengan tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal negara.

Ia mencontohkan langkah awal perbaikan kesejahteraan yang sebelumnya telah direalisasikan bagi para hakim di awal masa kepemimpinan Presiden Prabowo.

“Kan untuk menjalankan tugasnya tentu saja kan kita itu bagian bentuk apresiasi.

Berita Terkait