Via Kartu KKS (BRI/BNI/Mandiri)
-
Datangi agen bank atau e-warung terdekat yang memiliki mesin EDC (Electronics Data Capture).
-
Tempelkan kartu KKS ke mesin, masukkan PIN 6 digit (jika lupa, bisa minta ganti ke bank penerbit).
-
Minta struk saldo atau langsung lakukan transaksi belanja sembako.
Via Aplikasi Cek Bansos Kemensos
-
Unduh aplikasi “Cek Bansos” di Play Store.
-
Registrasi menggunakan KTP dan KK milik sendiri.
-
Pilih menu “Cek Bansos” lalu isi provinsi, kabupaten, hingga desa/kelurahan.
-
Sistem akan menampilkan apakah Anda terdaftar sebagai penerman PKH/BPNT dan kapan pencairan terakhir.
Via WhatsApp Resmi Kemensos
-
Simpan nomor resmi 0811-1111-2111 (wa.me/628111112111).
-
Kirim pesan dengan format: HALO(spasi)NAMA(spasi)ALAMAT(spasi)KABUPATEN.
-
Bot akan membalas informasi status penerimaan bansos dan jadwal pencairan terdekat.
Via PT Pos Indonesia
-
Bawa KTP asli ke Kantor Pos terdekat.
-
Petugas akan memindai KTP dan langsung memberi tahu apakah ada dana bansos non-KKS (PKH non-kartu, BLT DD, atau YAPI) yang bisa diambil.
Syarat Pasti Menjadi Penerima
Sebelum kecewa jika saldo belum masuk, pastikan Anda memenuhi kriteria:
-
Terdaftar di DTKS Kemensos (untuk PKH, BPNT, Bantuan Pangan). Bisa dicek di aplikasi Cek Bansos.
-
Memiliki KTP elektronik dan KK yang masih berlaku dan alamat sesuai domisili.
-
Bukan penerima pensiunan, TNI/Polri, ASN, atau karyawan BUMN/BUMD (kecuali untuk PIP dan BLT DD khusus warga miskin ekstrem).
-
Untuk PIP: siswa terdaftar di Dapodik dengan status kurang mampu dan tidak sedang menerima beasiswa penuh lain.
-
Untuk BLT Dana Desa: nama tercantum dalam musyawarah desa sebagai keluarga miskin prioritas.
Jadwal Pencairan Nasional Juni 2025
Kementerian Sosial mengonfirmasi bahwa jadwal pencairan kali ini dimundurkan maksimal satu pekan dari jadwal awal (25 Mei) karena proses pemadanan data dengan Dukcapil.
Namun, per tanggal 9 Juni 2025, dinyatakan bahwa 96% data telah clean and clear, sehingga dana dapat langsung masuk.