Berita

10 Rekomendasi Usaha BUMDes Terbaru 2026: Peluang Emas Menggerakkan Ekonomi Desa

Diperbarui 0 8 mnt baca 1,414 kata 4 halaman
10 Rekomendasi Usaha BUMDes Terbaru 2026: Peluang Emas Menggerakkan Ekonomi Desa
10 Rekomendasi Usaha BUMDes Terbaru 2026: Peluang Emas Menggerakkan Ekonomi Desa — Hingga Maret 2026, jumlah BUMDes di Ind...

Bungko NewsTahun 2026 menjadi momentum penting bagi pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Indonesia.

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) secara resmi menjadikan pengembangan BUMDes sebagai salah satu output prioritas pada tahun anggaran 2026 dengan alokasi anggaran mencapai Rp89,6 miliar untuk mengembangkan 1.200 BUMDes.

Menteri Desa Yandri Susanto menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong pembangunan ekonomi desa melalui pendekatan berbasis potensi, penguatan kelembagaan ekonomi desa, serta kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga, dan mitra lainnya.

Hingga Maret 2026, jumlah BUMDes di Indonesia mencapai 72.807 unit, terdiri dari 66.332 BUMDes dan 6.475 BUMDes Bersama.

Namun, baru 45.245 yang telah berbadan hukum, dan hanya 4,3 persen yang dinilai sangat kompetitif.

Ini menunjukkan bahwa masih banyak ruang bagi desa-desa di Indonesia untuk mengoptimalkan potensi ekonominya melalui BUMDes.

Berikut adalah 10 rekomendasi usaha BUMDes terbaru yang paling menjanjikan pada tahun 2026, berdasarkan tren, potensi pasar, dan keberhasilan yang telah dibuktikan oleh berbagai BUMDes di seluruh Indonesia.

1. Layanan Internet Desa dan Konektivitas Digital

Transformasi digital bukan lagi monopoli perkotaan.

BUMDes mulai mengambil peran strategis dengan membangun platform digital dan menyediakan layanan internet bagi warganya.

BUMDes Bina Sejahtera Mandiri di Kabupaten Siak, Riau, menjadi contoh sukses dengan menyediakan layanan internet STTH dengan harga terjangkau—Rp180 ribu untuk 10 Mbps dan Rp200 ribu untuk 20 Mbps.

Berawal dari modal Rp100 juta, BUMDes ini kini memiliki modal Rp1,6 miliar dan pada tahun 2025 menyetorkan Rp151 juta ke Pendapatan Asli Desa (PADes).

Layanan internet desa tidak hanya memberikan pemasukan bagi BUMDes, tetapi juga membuka ekosistem digital bagi UMKM lokal.

Sebanyak 80 kelompok UMKM binaan BUMDes tersebut kini telah memiliki izin usaha dan sertifikasi halal.

Potensi keuntungan: Margin tinggi, biaya operasional relatif stabil, permintaan terus meningkat seiring digitalisasi masyarakat desa.

2. Layanan Pembayaran Digital (PPOB/BRILink)

Unit Payment Point Online Bank (PPOB) melayani pembayaran listrik, PDAM, pulsa, BPJS, hingga transfer antarbank.

Di desa yang jauh dari jangkauan perbankan, layanan ini sangat dibutuhkan.

BUMDes Mandiri Sejahtera Titik di Kediri mengelola berbagai lini usaha termasuk layanan pembayaran pajak dan transaksi digital.

Keunggulan usaha ini adalah biaya operasional rendah, tidak membutuhkan stok barang, dan margin konsisten dari biaya administrasi.

Berita Terkait