Inspirasi

5 Tahun Disimpan di Freezer, Mizuki Menangis Saat Mencicipi Masakan Terakhir Ibunya

Diperbarui 0 5 mnt baca 819 kata
V
Ditulis oleh Lihat semua artikel Vicky Potabuga →
5 Tahun Disimpan di Freezer, Mizuki Menangis Saat Mencicipi Masakan Terakhir Ibunya
5 Tahun Disimpan di Freezer, Mizuki Menangis Saat Mencicipi Masakan Terakhir Ibunya — Bagi Mizuki, makanan tersebut bukan ...

JEPANG – Sebuah kisah haru datang dari Jepang tentang seorang perempuan bernama Mizuki yang menyimpan masakan terakhir buatan ibunya selama lima tahun di dalam freezer.

Bagi Mizuki, makanan tersebut bukan sekadar hidangan.

Masakan itu menjadi salah satu kenangan terakhir tentang sang ibu yang meninggal secara mendadak.

Kisah tersebut kembali menjadi perhatian setelah ditayangkan dalam program televisi Jepang Tantei! Knight Scoop, sebuah program yang kerap membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan unik dan menyentuh.

Kehilangan Sang Ibu Secara Mendadak

Peristiwa tersebut bermula pada 2013.

Saat itu, Mizuki masih berusia sekitar 20 tahun, sedangkan ibunya berusia 54 tahun.

Pada pagi hari sebelum sang ibu meninggal, Mizuki dan ibunya masih sempat berbicara mengenai menu makan malam.

Mizuki kemudian memilih buta no kakuni, hidangan daging babi yang dimasak perlahan dengan bumbu khas Jepang.

Sang ibu pun menyiapkan hidangan tersebut seperti biasa.

Namun, tidak ada yang menyangka bahwa makanan itu akan menjadi hidangan terakhir yang dibuat sang ibu untuk keluarganya.

Ketika Mizuki pulang, kondisi ibunya sudah tidak sadarkan diri.

Sang ibu kemudian dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Menurut sejumlah laporan, sang ibu meninggal akibat perdarahan subaraknoid, yakni perdarahan yang terjadi di ruang sekitar otak.

Masakan Terakhir Tidak Sanggup Dibuang

Sepeninggal sang ibu, Mizuki dan ayahnya kembali ke rumah dan menemukan hidangan yang telah disiapkan untuk makan malam masih berada di dapur.

Dalam suasana duka, keduanya tidak sanggup menyantap ataupun membuang makanan tersebut.

Akhirnya, hidangan daging babi itu dimasukkan ke dalam wadah dan disimpan di freezer.

Hari berganti bulan, kemudian tahun.

Masakan tersebut tetap berada di dalam freezer selama kurang lebih lima tahun.

Bagi keluarga Mizuki, makanan itu telah berubah menjadi semacam kenangan yang dapat disentuh.

Selama masih tersimpan, mereka merasa masih memiliki sesuatu yang ditinggalkan sang ibu pada hari terakhir kehidupannya.

Lima Tahun Kemudian, Mizuki Ingin Kembali Merasakan Masakan Ibunya

Pada 2018, sekitar lima tahun setelah sang ibu meninggal, Mizuki memutuskan untuk mencari tahu apakah masakan tersebut masih memungkinkan untuk dicicipi.

Ia kemudian meminta bantuan program televisi Jepang Tantei! Knight Scoop.

Keinginan Mizuki bukan sekadar untuk menyantap makanan lama.

Ia ingin kembali merasakan masakan yang dibuat oleh ibunya dan mengenang rasa yang selama bertahun-tahun hanya tersimpan dalam ingatannya.

Namun, karena makanan tersebut telah disimpan selama lima tahun, faktor keamanan menjadi perhatian utama.

Tim program kemudian meminta bantuan tenaga akademis untuk memeriksa kondisi makanan tersebut sebelum Mizuki dan keluarganya mencicipinya.

Diperiksa di Laboratorium Sebelum Dicicipi

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya mikroorganisme yang dapat membahayakan kesehatan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya risiko mikroorganisme pada makanan tersebut.

Karena itu, makanan tidak langsung disajikan begitu saja.

Dalam proses yang ditampilkan dalam program tersebut, hidangan perlu dipanaskan hingga suhu tinggi, sekitar 100 derajat Celsius atau lebih, sebelum dicicipi dalam jumlah terbatas.

Seorang chef kemudian dilibatkan untuk membantu mengolah kembali hidangan tersebut.

Masakan yang telah membeku selama bertahun-tahun dicairkan dan dipanaskan kembali dengan upaya mempertahankan rasa serta karakter masakan yang dibuat oleh ibu Mizuki.

Aroma Masakan Membawa Kembali Kenangan

Ketika hidangan akhirnya disajikan, suasana berubah menjadi emosional.

Mizuki dan ayahnya disebut langsung mengenali aroma masakan tersebut.

Bagi keduanya, aroma itu seperti membawa mereka kembali ke masa ketika sang ibu masih berada di rumah.

Mizuki kemudian mengambil sedikit makanan dan mencicipinya.

Air matanya langsung jatuh.

Ia mengatakan bahwa rasa makanan tersebut mengingatkannya pada masakan sang ibu.

Sang ayah yang berada di sampingnya juga tidak mampu menahan tangis.

Momen tersebut membuat suasana semakin haru.

Bukan hanya karena mereka akhirnya dapat mencicipi makanan yang dibuat lima tahun sebelumnya, tetapi karena hidangan tersebut membawa kembali kenangan tentang sosok yang telah lama mereka rindukan.

Bukan Sekadar Makanan

Bagi orang lain, makanan yang disimpan selama bertahun-tahun mungkin hanya terlihat sebagai makanan lama.

Namun bagi Mizuki dan ayahnya, hidangan tersebut mempunyai makna yang jauh lebih dalam.

Masakan itu menjadi simbol kasih sayang seorang ibu.

Hidangan tersebut dibuat pada hari yang sebenarnya merupakan hari biasa.

Sang ibu hanya sedang menyiapkan makan malam untuk keluarganya, setelah sebelumnya berbicara dengan putrinya mengenai makanan yang ingin disantap.

Tidak ada yang mengetahui bahwa hidangan tersebut akan menjadi masakan terakhir yang pernah dibuatnya.

Karena itu, ketika Mizuki akhirnya mencicipinya kembali lima tahun kemudian, yang hadir bukan hanya rasa makanan, tetapi juga kenangan tentang sang ibu.

Pelajaran dari Kisah Mizuki

Kisah Mizuki menjadi pengingat bahwa kenangan tentang orang tercinta terkadang melekat pada hal-hal sederhana.

Aroma masakan, suara, pakaian, foto, atau bahkan makanan yang pernah dibuat seseorang dapat memiliki arti luar biasa bagi keluarga yang ditinggalkan.

Masakan terakhir sang ibu mungkin sederhana, tetapi bagi Mizuki makanan itu menjadi penghubung dengan masa lalu.

Lima tahun setelah kepergian sang ibu, sebuah hidangan yang tersimpan di dalam freezer akhirnya kembali hadir di meja makan.

Dan ketika Mizuki mencicipinya, ia tidak hanya merasakan makanan.

Ia seperti kembali merasakan “masakan Mama” yang selama bertahun-tahun ia rindukan.

Catatan:
Kisah ini berasal dari peristiwa yang telah diberitakan sebelumnya dan kembali diangkat dalam berbagai publikasi.

Penyimpanan makanan selama bertahun-tahun bukan praktik yang aman untuk ditiru; keamanan pangan harus selalu menjadi pertimbangan utama.

Apa Reaksimu?

Berita Terkait